Faktual dan Berintegritas


PADANG  -- Finalis Duta Genre tahun 2026 terus digembleng di Gedung Latbang BKKBN Provinsi Sumatera Barat. Memasuki Technical Meeting (TM) II, seluruh finalis mendapat materi belajar tentang kesehatan reproduksi, Minggu (1/2). 

Pembekalan tentang kesehatan reproduksi remaja disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Lidia Febrina. 

Mengusung tema “My Body, My Future”, dr. Lidia menekankan bahwa kesehatan reproduksi tidak dapat berdiri sendiri. ​"Tubuh kita adalah sistem yang kompleks. Jika reproduksinya sehat tapi organ lain seperti jantung atau pencernaan bermasalah, maka tidak bisa disebut sehat secara total. Masa remaja adalah masa 'update' sistem tubuh, masa transisi dari anak-anak menuju dewasa," jelasnya. 

dr. Lidia menyoroti angka kasus HIV di Sumatera Barat yang masih tergolong tinggi. Ia menaruh harapan besar agar para finalis tidak hanya mengejar gelar juara, tetapi menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat.

​"Saya berharap Duta Genre memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Jadilah agen perubahan yang mampu mengontrol diri, memahami peran gender, dan menyebarkan virus positif kepada teman sebaya," pungkasnya.

Penjelasan mendalam mengenai risiko Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti Sifilis, Gonore, hingga HIV/AIDS yang kini menjadi perhatian serius di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.

Di akhir sesi, ditekankan bahwa peran Duta Genre bukan sekadar mengejar gelar juara. Mereka diharapkan mampu menjadi strategi kontrol diri bagi rekan sebaya dan menjadi saluran informasi positif untuk mencegah seks bebas, pernikahan dini, dan penyalahgunaan narkoba.

​"Remaja harus memiliki kemampuan berpikir kritis dan berani mengambil keputusan mandiri untuk menjauhi perilaku berisiko. Duta Genre adalah ujung tombak dalam menyebarkan nilai-nilai positif ini," pungkas Kabid di Dinas Kesehatan Kota Padang. (dkf)
 
Top