Faktual dan Berintegritas


PADANG -- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menegaskan pendidikan merupakan jalan utama untuk menghidupkan kembali tradisi Sumbar sebagai daerah yang melahirkan banyak tokoh besar. Karena itu, potensi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki saat ini harus diperkuat dan dimaksimalkan untuk menghadapi perubahan zaman.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menerima audiensi Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., beserta rombongan di Istana Gubernuran Sumbar, Jumat (4/9).

“Kalau kita berbicara tentang tokoh dan masa lalu, makanya kita konsen dengan pendidikan. Secara historis, resources kita adalah sumber daya manusia. Makanya sumber daya yang ada sekarang ini kita maksimalkan,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, Sumbar tidak dapat terus mengandalkan kejayaan masa lalu. Tantangan masa depan membutuhkan generasi dengan kompetensi baru, terutama kemampuan menguasai teknologi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta berbagai keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kalau kita kembali ke belakang lagi, enggak mungkin. Karena itu, resources yang ada sekarang ini harus kita maksimalkan,” tegasnya.

Mahyeldi mengatakan penguatan kompetensi generasi muda harus dimulai dari lingkungan pendidikan, termasuk dengan meningkatkan kapasitas guru. Ia menyambut baik peluang kolaborasi dengan PB PGRI untuk memperkuat kompetensi guru Sumbar, khususnya dalam penguasaan AI dan coding, sebagaimana pengembangan kapasitas teknologi yang sebelumnya telah dilakukan di Universitas Negeri Padang (UNP).

Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi masa depan. Guru tidak hanya dituntut menyampaikan pengetahuan, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi agar proses pembelajaran tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Sinergi Pemprov Sumbar dan PB PGRI diharapkan menjadi bagian solusi untuk menyiapkan SDM yang mampu menjawab tantangan masa depan. 

Sementara itu, Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi menyampaikan kedatangannya ke Sumbar sekaligus untuk menghadiri Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) PGRI Sumbar di Hotel Truntum dan meminta Gubernur Mahyeldi membuka kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi kualitas guru dan pendidikan Sumbar yang dinilainya memiliki reputasi baik secara nasional.

“Kami ingin mendorong Sumatera Barat untuk meraih pendidikan yang emas. PGRI Sumatera Barat terlibat dalam program kami, termasuk melatih guru-guru menguasai artificial intelligence dan coding,” kata Unifah.

Unifah menawarkan pelatihan secara daring agar peningkatan kompetensi dapat menjangkau lebih banyak guru dengan biaya yang lebih efisien. PB PGRI siap menyiapkan materi dan tenaga pelatih, sementara pemerintah daerah dapat mendukung fasilitas serta kebutuhan teknis yang diperlukan.

Ia juga menyoroti semakin sedikitnya tokoh baru yang muncul dari Sumbar, padahal daerah ini memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh nasional. “Kami bangga dengan Sumatera Barat, tapi jujur agak decline belakangan ini. Kita tahu tokoh-tokoh besar banyak lahir dari sini. Mana yang baru? Dan kami melihat Bapak Gubernur serius untuk menghidupkan tradisi itu kembali itu. Itulah yang mendorong kami datang ke sini,” ujarnya. (adp/sb)
 
Top