Kegiatan tersebut menghadirkan suasana pembelajaran yang hangat, ceria, sekaligus mempererat kebersamaan antarpeserta.
Dalam kesempatan itu, Bunda Literasi Kota Padang Panjang Ny. Maria Feronika Hendri hadir memberikan materi bertema “Lansia Sehat, Aktif, dan Bahagia”. Materi tersebut mengajak para peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial agar tetap produktif serta menikmati masa lanjut usia dengan penuh rasa syukur.
Ny Maria menegaskan, memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang harus berhenti berkarya, belajar, ataupun mengembangkan diri. Sebaliknya, masa lansia merupakan fase kehidupan yang tetap dapat dijalani dengan semangat, optimisme, dan kebahagiaan.
“Dengan hadirnya sekolah ini, kami mengajak para ibu lansia untuk menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki dan senam lansia, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kualitas istirahat, serta rutin memeriksakan kesehatan,” ucapnya.
Selain pembelajaran kesehatan, para peserta juga akan mendapatkan kelas kreatif. Program ini dirancang untuk membuka peluang bagi lansia mengembangkan keterampilan dan menghasilkan karya yang bernilai ekonomi, sehingga mereka tetap dapat produktif dan berpeluang memperoleh penghasilan di usia lanjut.
Suasana kegiatan semakin menarik ketika ia mengajak peserta berbagi cerita dan pengalaman kehidupan sehari-hari. Berbagai kisah disampaikan, mulai dari pengalaman mendidik anak, berinteraksi dengan menantu dan cucu, menjaga kesehatan, membangun kebersamaan keluarga, hingga mengenang perjalanan hidup masing-masing.
Tawa, senyum, dan antusiasme peserta mewarnai kegiatan tersebut. Ruang Audio Visual tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang berbagi pengalaman, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan rasa percaya diri para lansia.
Ny Maria juga mengingatkan, budaya literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup kemauan untuk terus belajar, mendengarkan, berdiskusi, serta berbagi pengetahuan dan pengalaman sepanjang hayat.
“Usia boleh bertambah, tetapi semangat belajar harus tetap menyala. Lansia bukan kelompok yang harus berhenti bergerak, melainkan pribadi-pribadi hebat yang tetap memiliki potensi, pengalaman, dan inspirasi untuk keluarga serta lingkungan sekitarnya. Mari kita wujudkan lansia yang sehat, aktif, mandiri, dan bahagia,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Yenni Hernida, menyampaikan, Sekolah Lansia Ngalau menjadi bukti pentingnya pendidikan sepanjang hayat bagi seluruh kalangan, termasuk masyarakat lanjut usia.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap para lansia semakin termotivasi untuk aktif dan inovatif dalam meningkatkan pengetahuan, mengembangkan potensi agar tetap produktif, memperluas pergaulan melalui kegiatan positif, serta menjalani hari-hari dengan lebih bermakna. Karena lansia bahagia adalah lansia yang tetap sehat, tetap bergerak, tetap belajar, dan tetap merasa berharga,” tuturnya. (cg/kom)