PADANG - Sebagaimana biasanya  Karni Warni (63) sudah bangun menjelang sahur Sabtu (11/5). Ia ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk sahur bersama keluarga kecilnya.

Dalam sibuk di malam buta itu, tiba-tiba ia mendengar ada kendaraan berhenti dekat rumahnya yang terletak di Sako, Kelurahan  Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang itu. Sejenak ia mengintip dari lubang papan dinding rumahnya. Terlihat banyak orang yang turun dari mobil-mobil yang berhenti tersebut. Ia tambah kaget, orang-orang itu menuju rumah dia.

Ia kemudian buru-buru membangunkan anaknya yang masih tidur nyenyak. Sejurus kemudian. "Assalamualaikum," ujar orang-orang yang datang tersebut di depan pintu.

Karni bergegas membuka pintu. Tampak jelas di depannya seorang berpeci berkemeja kuning. Wajah lelaki di depannya cukup familiar baginya. "Waalaikum salam," jawabnya sambil membukan pintu.  Sejenak ia terpaku heran.

"Ini pak Walikota, Buk.  Ingin makan sahur di sini," kata lelaki lain yang datang bersama Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah.

Karni terkejut. Dirinya tak menyangka didatangi Walikota sepagi itu. Karni mempersilahkan walikota dan rombongan untuk masuk ke rumahnya yang terbuat dari kayu dan berada di tengah areal persawahan.

Setelah berbincang sejenak, nasi kotak yang dibawa rombongan kemudian dibagikan. Walikota bersama Karni dan keluarganya makan sahur bersama. 

Karni Warni sudah lanjut usia. Dirinya hanya mengandalkan nafkah dari anak laki-lakinya. Di rumah berdinding kayu itu semua aktivitas keluarga dilakukan.  Sebab rumah mungil tersebut hanya memiliki satu ruangan.

Pagi itu suasana di rumahnya cukup ramai. Anak cucunya terlihat senang didatangi walikota yang nampak begitu dekat dan hangat kepada mereka.  Itulah kebiasaan Walikota Mahyeldi selama memimpin Kota Padang.

"Singgah Sahur". Begitu Pemko Padang memberi nama program tersebut. Mahyeldi mendatangi rumah-rumah warga kurang mampu dan santap sahur bersama secara bergantian yang rutin dilakukan setiap Ramadhan.

"Pada Ramadhan kali ini kita mengunjungi delapan rumah warga," jelas Walikota Mahyeldi.

Ia menjelaskan, dalam memilih rumah yang dikunjungi, dilakukan survey terlebih dahulu. Setelah dikunjungi, rumah tersebut dibedah sehingga layak ditempati sebelum lebaran. "Untuk bedah rumah difasilitasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang," sebut Mahyeldi.

Sementara, Wakil Ketua Baznas Kota Padang, Nursalim menyebut pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp25 juta untuk membedah rumah yang dikunjungi Walikota  pada program "Singgah Sahur" kali ini.

"Sekitar Rp200 juta kita siapkan pada Ramadan ini," terang Nursalim sebagaimana dikutip dari relis Humas Pemko Padang. 

Kedatangan Walikota pada "Singgah Sahur" di rumah Karni Warni bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah, seperti Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Afriadi, Kepala Bappeda Medi Iswandi, Kepala Dinas Kesehatan Feri Mulyani, Kepala Dinas Perhubungan Dian Fakri, Camat Lubuk Kilangan Yal Masril serta lainnya. (P)
 
Top