Faktual dan Berintegritas

Pembacaan SK penetapan 27 April sebagai Hari Beatlemania Indonesia. 

TANGSEL -- 27 April 2026 bertepatan dengan 22 tahun usia Indo Beatlemania Club (IBC) mengeluarkan Keputusan yang sangat strategis melalui Surat Keputusan (SK) Pengurus IBC No.: Kep. 01/2704/2026, yaitu menetapkan 27 April sebagai Hari Beatlemania Indonesia.

SK dibacakan oleh Presiden Beatlemania Indonesia sekaligus Ketua Umum Indo Beatlemania Club Guzcoy Sutisna atau Kang Ocoy pada acara halal bihalal Beatlemania Indonesia Jumat malam, 1 Mei 2026 lalu di Dago Eat Park, Vila Dago Pamulang, Tangerang Selatan. Pembacaan keputusan disaksikan sesepuh IBC Jelly Tobing, 2 orang mantan Presiden IBC juga pengurus Bogor Beatles Society (BBS) dan Beatlemania Tangsel Society (BTS), serta ratusan Beatlemania Indonesia dan pengunjung lainnya.

Pembacaan Keputusan disambut meriah oleh ratusan masyarakat yang hadir khususnya Beatlemania Indonesia. Gemuruh tepuk tangan mengiringi bangkitnya kembali IBC dan Beatlemania Indonesia pada 21 April 2025 yang telah melewati berbagai fase, mulai dari aktif, dan vakum selama 9 tahun setelah 3 tahun pergantian nama organisasi menjadi Perkumpulan Beatlemania (PBI).

Sejak didirikannya pada 27 April 2004 yang digagas oleh tokoh-tokoh dari berbagai daerah—mulai dari Jakarta, Jawa Barat, hingga Yogyakarta—dengan tujuan utama menjaga sejarah, menyebarkan kecintaan pada musik legendaris tersebut, serta mempererat kebersamaan melalui beragam kegiatan kreatif dan sosial IBC telah menjadi wadah Beatlemania Indonesia satu-satunya yang berskala nasional, serta melalui estafet kepemimpinan, mulai dari Uda Herman (2004-2006), Kang Ocoy (2006-2010), Ito Nancy (2010-2016), dan kembali dipimpin oleh Kang Ocoy sejak 21 April 2025 setelah vakum sejak 2017.

"Keputusan 27 April sebagai Hari Beatlemania Indonesia didasari dengan semangat ke-Beatlemania-an serta Kebersamaan dan Dedikasi Beatlemania Indonesia terhadap warisan budaya The Beatles yang bertujuan meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan kuantitas kebersamaan dalam berkarya dan berkinerja," ujar Guzcoy.
Guzcoy juga menambahkan bahwa gagasan ini lahir atas usulan Uda Herman yang juga Penggagas serta Konseptor sekaligus Pendiri IBC.

HBH Beatlemania Indonesia kali ini diadakan secara sederhana dan terbuka untuk umum, dimana tahun sebelumnya hanya dihadiri oleh Beatlemania Indonesia yang bernaung di bawah payung IBC.

Ketika musik mulai dimainkan oleh IBC All Star, suasana pun berubah menjadi satu harmoni besar. Lagu demi lagu mengalir, dan tanpa aba-aba, para peserta larut dalam koor spontan. Tidak ada jarak antara panggung dan penonton, semuanya adalah Beatlemania.

Momen istimewa hadir ketika Jelly Tobing naik ke panggung. Di usia 76 tahun, musisi legendaris itu masih memancarkan energi yang sama seperti puluhan tahun silam. Pukulan drumnya terdengar presisi saat membawakan “Tell Me Why” hingga medley “Golden Slumbers/Carry That Weight/The End”. Tepuk tangan panjang dan sorak kagum pun mengiringi penampilannya.

Makin malam, suasana makin menghangat dalam balutan kebersamaan. Sebuah kue ulang tahun dihadirkan, sebagai simbol perjalanan panjang IBC yang telah melampaui dua dekade.

Para pengurus dan anggota berkumpul, mengabadikan momen sederhana yang sarat makna: bertahan, tumbuh, dan tetap bersama.

"Malam ini di Pamulang, kenangan, persahabatan, dan nada-nada klasik kembali membuktikan, Beatlemania di Indonesia bukan sekadar nostalgia, melainkan cerita yang terus hidup," ujar Guzcoy.

Malam itu di Pamulang menjadi bukti nyata: meski puluhan tahun telah berlalu sejak kemunculan mereka, irama dan semangat The Beatles tetap hidup, bergema kencang, dan menyatukan hati jutaan penggemar di Indonesia, serta menjadi tonggak sejarah yaitu mulai 27 April 2026 dikenang dan diperingatinya Hari Beatlemania Indonesia. (*)
 
Top