PADANG -- Pemerintah Kota Padang bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Dompet Dhuafa Republika. Kerja sama bidang pariwisata di Kota Padang itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Selasa (5/5).
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setdako Padang, Feri Mulyani Hamid menyampaikan bahwa kerja sama tersebut difokuskan pada pengelolaan Pujasera Pantai Padang serta penataan kawasan pedagang kaki lima (PKL) di area Pantai Air Manis. Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen kuat dalam mengembangkan potensi UMKM.
Selain fokus pada sektor ekonomi, kerja sama ini akan merambah bidang pendidikan dan kesehatan. "Kami dari Pemko Padang sangat mengapresiasi inisiatif Dompet Dhuafa. Fokus utama kita adalah meningkatkan kualitas Pujasera di kawasan Pantai Air Manis dan serta kawasan Muaro, semoga dengan adanya kerjasama ini dapat mendongkrak perekonomian Kota Padang dan menekan angka kemiskinan," ujar Feri.
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini menjelaskan bahwa sinergi ini melibatkan Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya dengan sembilan BMT melalui program Mufakat. Program ini dirancang khusus untuk memberikan fasilitasi pinjaman tanpa bunga dan tanpa margin.
Prioritas utama program ini adalah para pelaku UMKM dan pedagang kecil yang menjadi penyintas atau terdampak bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.
Melalui renovasi dan perbaikan sarana ekowisata yang terdampak bencana agar aktivitas usaha kembali pulih. Hal ini sejalan dengan implementasi program pemberdayaan di bidang sosial, dakwah, kesehatan, dan pendidikan di wilayah Sumatera Barat.
"Kerja sama ini bagian dari upaya Dompet Dhuafa untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan. Semoga sinergi ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumbar, khususnya di Kota Padang," pungkas Ahmad Juwaini.
Saat penandatanganan MoU tersebut, hadir Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, sejumlah pengurus Dompet Dhuafa Republika, dan undangan lainnya. (dkf)