AROSUKA - Jalan panjang dan berliku selama hampir puluhan tahun, akhirnya relokasi terminal dan pasar sayur dari Terminal Alahan Panjang ke terminal Taratak Galundi, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat  akhirnya terwujud.

Bahkan pembongkaran bangunan liar (bangli), di sekitar terminal lama Alahan Panjang Minggu (25/8)  berjalan lancar. 
Relokasi tersebut bertujuan untuk penataan, pembinaan dan penertiban angkutan dan pedagang sayur di Alahan Panjang. Pembentukan tim relokasi dan pasar sayur tersebut, berdasarkan Keputusan Bupati Solok Nomor 500-300-2018 .

 "Alhamdulillah, setelah mengalami proses lobi berpuluh-puluh tahun, bahkan semenjak Bupati Gamawan Fauzi, akhirnya pembongkaran bangli di sekitar pasar sayur Alahan Panjang bisa terwujud, " jelas Kapolres Solok, melalui Kapolsek Alahan Panjang, Iptu Amin Nurasyid tadi siang.

Pihaknya juga sangat berterimakasih Kepada Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, yang selalu bersabar dan gigih berjuang untuk memindahkan pasar sayur yang setiap hari menimbulkan kemacetan dan semrawut tersebut semenjak pertengahan tahun 2018 lalu. "Kita patut memuji kegigihan Bapak Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin yang selalu bersabar melobi tokoh-tokoh masyarakat, pemuda dan pedagang agar bersedia pindah ke Taratak Galundi, " tambah Iptu Amin Nurasyid.

Tokoh masyarakat Lembah Gumanti, Zulkarnaini,  mengaku senang dengan sudah dipindahkannya pasar sayur dari terminal Alahan Panjang ke Taratak Galundi untuk mengurai kemacetan di Alahan Panjang. "Ini adalah proses yang melelahkan dan menguras banyak waktu dan tenaga. Secara pribadi saya salut dengan lobi-lobi dari Bapak Wabup, yang selalu bersabar dalam berdialog dengan para tokoh masyarakat serta pemerintah nagari, kecamatan dan juga aparat keamanan setempat. Padahal wacana pemindahan pasar ini sudah lama berlangsung dan baru tahun ini terlaksana, " ucap Zulkarnaini.

Salah seorang pedagang di Alahan Panjang, Injik (52), mengaku tidak mengalami masalah dengan pemindahan pasar tersebut. "Bagus juga sih pasar yang baru ini, lokasinya luas dan bongkar muat pedagang dan pembeli juga lancar, " tutur Injik.

Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin  yang memimpin langsung pembongkaran tersebut, mengerahkan 208 orang anggota Pramuka peduli bersama pendamping dari Kwarcab Kabupaten Solok. Mereka ikut membantu membongkar puluhan bangli dan membersihkan area terminal tersebut.

“Kami sengaja menerjunkan para anggota Pramuka untuk menghindari kesan intimidasi dan kekerasan. Pramuka lebih menampilkan kesan humanis, karena bisa diterima semua kalangan,” ujar Yulfadri. (sl)
 
Top