PADANG ARO -- Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan wisata alam pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan.
Berdasarkan beleid PKS yang telah ditandatangani, kerja sama ini mencakup pengembangan kawasan wisata alam pendakian seluas 55 hektar yang berada di sebagian zona pemanfaatan, zona rehabilitasi, dan zona rimba taman nasional di wilayah Kecamatan Sangir. Kerja sama ini akan berlaku selama empat tahun dan bisa diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan bahwa pengembangan jalur pendakian ini bukan hanya tentang membuka akses menuju puncak Gunung Kerinci, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
"Pendakian Gunung Kerinci melalui Solok Selatan kami siapkan sebagai destinasi wisata alam yang berkelanjutan. Tujuan utamanya bukan hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan usaha bagi masyarakat, mulai dari jasa pemandu, porter, homestay, kuliner, transportasi hingga produk UMKM lokal," kata Khairunas dalam penandatanganan Kerjasama di Ruang Rapat Bupati, Senin (13/7).
Kerja sama pengembangan wisata alam pendakian Gunung Kerinci via Solok Selatan yang tercantum dalam perjanjian meliputi pembangunan sarana dan prasarana pendukung wisata, peningkatan jalur pendakian, promosi wisata, serta pemberdayaan masyarakat setempat agar menjadi pelaku utama dalam pengembangan destinasi.
Seluruh pembangunan dilakukan dengan tetap mengikuti ketentuan konservasi dan tidak mengganggu fungsi kawasan TNKS.
Gunung Kerinci dikenal sebagai atap Sumatera dengan ketinggian 3.805 mdpl dan menjadi salah satu dari tujuh puncak untuk Seven Summits Indonesia. Tak hanya menjadi tujuan pendakian bagi pendaki dari dalam negeri, namun juga menarik perhatian pendaki dari mancanegara. Pendakian via Solok Selatan nantinya akan memberikan pilihan baru bagi para pendaki sekaligus memperluas manfaat ekonomi kawasan.
Jalur ini menawarkan panorama hutan hujan tropis Taman Nasional Kerinci Seblat yang masih alami. Terbukanya jalur ini pemerintah daerah berharap dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui berkembangnya usaha pemandu wisata, porter, penginapan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.
Wisatawan tidak hanya datang untuk mendaki, tetapi juga berkesempatan menikmati keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat Solok Selatan.
Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui optimalisasi potensi sumber daya alam dan sektor pariwisata. (dko/sls)