PADANG -- Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy marah. Reaksi kemarahan itu terpancar ketika ia mendatangi Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta ke ruang kerjanya, asenin (5/1), sebagaimana video yang tersebar di sosial media, salah satunya diunggah Rijal Islamy.
Vasko minta aparat kepolisian segera menangkap pelaku penganiayaan terhadap nenek Saudah (76) di Padang Matinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman beberapa hari lalu. “Terkait Nenek Saudah kemarin, tolong segera dieksekusi, Pak. Siapa pun bekingannya, tangkap, Pak. Kita lawan. Ini terlalu kurang ajar,” tegas Wagub Vasko.
Di kesempatan itu juga Kapolda yang menerima Wagub langsung menelepon Kapolres Pasaman. Diperoleh keterangan sudah ada sejumlah orang diduga sebagai pelaku penganiayaan dimaksud.
Informasi yang diperoleh media ini dari berbagai sumber sang nenek dianiaya sejumlah orang pada Kamis (1/1) malam lantaran menolak tambang ilegal di lahannya. Ada beberapa orang yang diduga melakukan penganiayaan tersebut hingga mengakibatkan sang nenek mengalami luka-luka serius di kepala dan wajah. Bahkan sang nenek dianggap sudah dianggap meninggal oleh para pelaku dan membuangnya ke semak di pinggiran sungai.
Kronologi kejadiannya
Sebagaimana diceritakan oleh anak korban, nenek mendatangi para pekerja tambang meminta agar mereka menghentikan aktivitas penggalian di lahan miliknya. Permintaan itu sempat dipatuhi.
Namun, usai magrib para pekerja tambang kembali beroperasi dan masuk lagi ke kawasan tanah milik Nenek Saudah. Merasa haknya dilanggar, perempuan itu mencoba mendatangi lokasi tambang yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya. Berbekal senter, ia melangkah seorang diri di tengah gelap malam.
Di tengah perjalanan, Nenek Saudah tiba-tiba dilempari batu. Tak lama berselang, sejumlah orang mendekatinya, memukul tubuhnya, dan melakukan kekerasan hingga ia tak berdaya.
Dalam kondisi setengah pingsan, Nenek Saudah bahkan mendengar suara yang menyebut dirinya telah meninggal. Tubuhnya kemudian dibuang ke semak-semak di tepi sungai sekitar pukul 22.00 WIB.
Keajaiban terjadi beberapa jam kemudian. Sekitar pukul 01.00 WIB, Nenek Saudah tersadar. Dengan sisa tenaga, ia merangkak dan berjalan pulang menuju rumahnya. Namun, setibanya di depan rumah, ia kembali pingsan. Keluarga yang menemukan kondisinya segera melarikannya ke fasilitas kesehatan terdekat.
Saat ini, Nenek Saudah masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping. Wajahnya dipenuhi memar, tubuhnya mengalami nyeri hebat, dan korban mengaku masih sering pusing akibat benturan keras yang dialaminya di kepala.
Wagub Dapat Laporan
Peristiwa yang dialami Nenek Saudah itu sampai ke telinga Wakil Gubernur Vasko Ruseimy. Ia pun meradang, tak terima hal seperti itu terjadi.
"Kemarin, hati saya terguncang.
menerima laporan tentang Nenek Saudah, seorang perempuan lanjut usia yang diduga dikeroyok di Pasaman, adalah tamparan keras bagi nurani kita semua. Kekerasan terhadap perempuan, terlebih lansia, adalah kejahatan yang sama sekali tidak bisa ditolerir," begitu kata Vasko di akun media sosialnya.
Saat itu juga ia langsung menyampaikan kepada Kapolda Sumbar, agar pelaku segera diidentifikasi dan ditangkap. "Alhamdulillah, dengan gerak cepat Polda Sumbar dan Polres Pasaman, hari ini kami menerima kabar bahwa saksi-saksi telah diperiksa dan pelaku sudah teridentifikasi, untuk segera ditangkap dan diproses hukum.
Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan. Hukum harus memberi efek jera," lanjut dia. (*)