TAHUN 2025 telah berlalu, ia pergi jauh takkan pernah kembali. Tahun 2026 baru saja dimasuki. Ada sedih dan tentu ada harapan. Semua bertekad tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin dan tahun-tahun sebelumnya.
Ada sedih, bukan karena meninggalkan tahun 2025, tetapi tahun itu ditutup dengan bencana dan derita. Ribuan nyawa melayang, ribuan pula kehilangan orang-orang disayang. Orang-orang yang menjadi belahan jiwa serta harapan keluarga.
Selain itu, ada pula ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal. Tempat berteduh di kala hujan dan sebagai pelindung di saat terik mentari. Tempat pelepas penat di kala habis beraktivitas telah lenyap seketika. Tempat yang dibangun dengan jerih payah, keringat serta air mata. Kadang kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki. Tak siang, tak malam nyaris sama saja.
Allah Maha Kuasa. Allah yang menjadikan segalanya. Manusia hanya menepati yang telah dijanjikan. Sekalipun terkadang hati dan jiwa meronta lalu berucap tidak rela, namun Allah tidak bisa diganggu gugat. Apa yang sudah digariskanNya itu adalah mutlak. Datang dari Allah, kembali ke Allah juga.
Dalam kondisi bagaimana pun, kita harus bersyukur, jangan berpaling dari Dia. Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. Bukankah Allah juga menjanjikan akan menambah nikmat bagi umat yang selalu bersyukur?
Artinya kita boleh larut dengan musibah dan bencana yang menimbulkan duka. Larut hanya akan memperpanjang derita. Lihat ke depan, perjalanan masih panjang dan kita harus bangkit.
Ya, kita harus bangkit. Bangkit dari keterpurukan, bangkit dari luka, derita dan nestapa. Puing-puing yang berserakan harus segera kita kumpulkan. Pakai yang masih bisa dimanfaatkan, buang yang memang tidak punya nilai.
Ingat, kita masih punya keluarga, punya saudara, punya pemerintah. Yang pasti kita punya Allah yang senantiasa menjaga dan mengatur setiap helaan napas. Bila memang kita tersesat selama ini, mari kembali ke jalanNya. Peganglah Dia dengan cinta sambil setiap saat menyebut namaNya.
Sekali lagi jangan larut dalam kedukaan. Hapuslah air mata, mari menatap bumi ini dengan senantiasa berucap Asma Allah. Semoga di tahun 2026 ini tidak ada lagi bencana. Semoga! (Sawir Pribadi)