Faktual dan Berintegritas


JAKARTA -- Langkah nyata dalam bekerja terus diperlihatkan Pemerintah Kota Padang. Tepat di bulan suci Ramadan ini, Kota Padang mendapat penghargaan. 

Penghargaan kali ini datang dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kota Padang ditetapkan sebagai kota yang mencatatkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tertinggi di tahun 2025. 

"Penghargaan ini membuktikan bahwa Kota Padang telah mampu meningkatkan produktifitas daerah melalui tata kelola responsif, pengembangan SDM yang tunggul, infrastruktur terhubung serta ekosistem inovasi yang dinamis," jelas Plt Sekda Kota Padang, Raju Minropa usai meraih penghargaan itu di Jakarta, Selasa (24/2). 

BRIN menetapkan capaian IDSD Kota Padang dengan nilai 4,25. Angka ini sekaligus menasbihkan Kota Padang sebagai daerah dengan nilai tertinggi di Sumatera Barat. Angka ini juga melampaui nilai IDSD Provinsi Sumatera Barat sebesar 3,78 dan rata-rata nasional yang tercatat 3,50.

"Pemko Padang berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai IDSD melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan inovasi daerah, serta peningkatan kualitas pelayanan publik," tambah Raju di kegiatan Rilis IDSD 2025 di Auditorium Sumitro Djodjohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat.

Raju menegaskan, capaian ini menjadi indikator positif atas arah pembangunan Kota Padang yang semakin terukur dan berkelanjutan. Capaian ini menjadi motivasi untuk terus berbenah dan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, produktif, dan berdaya saing. 

"Tentunya kami menyampaikan terima kasih atas arahan dan dukungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang serta kerja keras seluruh perangkat daerah,” cakapnya. 

Kegiatan Rilis IDSD Tahun 2025 di Jakarta itu diawali dengan sambutan dan arahan dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, yang menyampaikan paparan bertajuk “Penguatan Daya Saing Daerah untuk Mewujudkan Daya Saing Nasional yang Produktif dan Inklusif”. 

Dalam sambutannya ditegaskan bahwa penguatan daya saing daerah merupakan fondasi utama untuk membangun daya saing nasional yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan global.

Turut hadir Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, yang menyampaikan paparan bertajuk “Perencanaan Pembangunan Daerah yang Berdaya Saing guna Mendukung Transformasi Ekonomi Nasional yang Produktif dan Inklusif”. Disampaikan bahwa IDSD bukan sekadar pemeringkatan, melainkan kompas strategis untuk menentukan titik ungkit investasi, hilirisasi, dan produktivitas wilayah.

Capaian ini mencerminkan keberhasilan sinergi antara perangkat daerah, pemangku kepentingan, serta dukungan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kebijakan, tata kelola pemerintahan, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi di daerah. IDSD menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur kemampuan daerah dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, produktivitas, serta kesejahteraan masyarakat. (ch)
 
Top