Faktual dan Berintegritas


JAKARTA -- Bupati Tanah Datar, Eka Putra menghadiri acara rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta Pusat, Selasa (24/2) Kehadiran Bupati Eka Putra menjadi wujud partisipasi Pemkab Tanah Datar dalam mendukung penguatan daya saing daerah berbasis inovasi, riset, dan kolaborasi lintas sektor.

“IDSD merupakan instrumen penting untuk mengukur kemajuan dan kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan,” ujar Eka Putra.

Pada kesempatan itu, Bupati Eka juga menerima sertifikat apresiasi atas capaian IDSD Tahun 2025. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas berbagai upaya Pemkab Tanah Datar dalam meningkatkan kualitas daya saing daerah.

Sertifikat apresiasi diserahkan langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria  disaksikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Rachmat Pambudy serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta dukungan masyarakat Tanah Datar.

“Penguatan daya saing daerah akan terus menjadi prioritas pembangunan. Ke depan, berbagai program berbasis inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekosistem riset daerah akan terus didorong secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian IDSD Tahun 2025 menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan publik. “Mudah-mudahan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat pembangunan yang inklusif dan berdaya saing,” tambahnya.

Kepala BRIN Arif Satria, menegaskan bahwa IDSD 2025 merupakan alat ukur penting dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis inovasi. Ia juga mengapresiasi daerah-daerah yang menunjukkan komitmen kuat dalam penguatan riset dan inovasi.

“Kegiatan ini dirancang sebagai indikator yang mudah dipahami untuk memperkuat daya saing masing-masing daerah, yang pada akhirnya bermuara pada penguatan daya saing nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengukuran indeks tersebut sejalan dengan tugas BRIN dalam menyediakan berbagai instrumen evaluasi pembangunan.

“Melalui pengukuran ini, BRIN berupaya memberikan gambaran objektif terhadap perkembangan daya saing daerah,” jelasnya. (pkp/td)

 
Top