PADANG -- Pelaku peledakan bom inisial "RF" dikenal sebagai pribadi pendiam. Informasi beredar RF merupakan korban perundungan atau bullying, namun MAN 3 Padang tidak pernah menerima laporan dari yang bersangkutan.
Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan, selama ini RF tidak pernah menyampaikan kepada guru maupun pihak sekolah kalau dirinya mengalami bullying. "Dia (RF) tidak pernah melapor kalau dirinya kena bully," kata Marliza.
Marliza mengatakan, permasalahan yang selama ini menjadi perhatian sekolah justru berkaitan dengan tingkat kehadiran RF yang rendah.
Berdasarkan laporan wali kelas, RF tercatat cukup sering tidak masuk sekolah sehingga pihak sekolah sempat memanggil orang tuanya.
"Anak ini dari laporan wali kelas memang sering tidak masuk sekolah. Orang tuanya pernah dipanggil dan diminta bersama-sama melakukan perbaikan, terutama terhadap nilai semester dua yang belum tuntas," ujar Marliza.
Dikatakan, sekolah selama ini telah menjalankan berbagai upaya pencegahan dan penanganan perundungan melalui kegiatan Bimbingan dan Konseling (BK). Namun, RF tidak pernah menyampaikan keluhan ataupun laporan bahwa dirinya menjadi korban bullying.
"Program BK tetap berjalan. Namun anak ini tidak pernah melapor kepada kami bahwa dirinya pernah mengalami bullying," katanya.
Terakhir dia mengatakan, sebelum insiden yang terjadi pada hari ini, RF tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran disiplin maupun terlibat dalam kasus kenakalan lainnya di lingkungan sekolah.
"Kasus anak ini selama ini hanya terkait sering tidak masuk sekolah dan nilai yang belum tuntas. Sebelum kejadian hari ini, anak ini tidak pernah memiliki riwayat kenakalan atau kasus lainnya. Baru kali ini terjadi," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, terjadi ledakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Selasa (14/7). Ledakan berasal dari bom yang dirakit oleh siswa sekolah itu berinisial RF.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Polisi mengamankan seorang siswa dari sekolah itu. (dr)