Faktual dan Berintegritas

Romo Muhammad Syafi’i 

BOGOR --  Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan. Hal tersebut tercermin dari penguatan kelembagaan, pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan guru.

“Khusus madrasah, kami mendorong agar data kondisi sarana prasarana, guru, dan kebutuhan lainnya disampaikan secara valid. Madrasah yang rusak harus segera dilaporkan agar dapat diusulkan mendapatkan bantuan rehabilitasi, termasuk melalui skema bantuan presiden,” ujar Wamenag saat memberikan arahan pada Peningkatan Kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Rabu (4/1), di MAN 1 Bogor.

Kegiatan ini diikuti ASN Kemenag Kabupaten Bogor, unsur Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs), serta para pemangku kepentingan bidang pendidikan dan pelayanan keagamaan. Hadir juga, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Dudu Rohman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor Syukri Ahmad Fanani, unsur Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta jajaran pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kemenag Kabupaten Bogor.

Wamenag menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru madrasah, baik negeri maupun swasta. Pemerintah, lanjut Romo Syafi’i, tengah menyiapkan program agar para guru madrasah, khususnya yang belum tersertifikasi dan belum berstatus ASN atau PPPK, dapat memperoleh kepastian status dan penghasilan yang layak paling lambat pada tahun 2028.

Selain itu, Wamenag menyampaikan bahwa peserta didik di madrasah dan pesantren harus mendapatkan perhatian yang sama melalui program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas SDM sejak usia dini.


Dalam konteks pembinaan ASN, Wamenag mengingatkan bahwa insan Kementerian Agama memiliki posisi yang istimewa di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ASN Kemenag harus memantaskan diri, menjaga integritas, serta menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan kinerja.

“Kita bekerja di Kementerian Agama atas pilihan sendiri. Konsekuensinya, kita harus memantaskan diri sebagai pelayan keagamaan dan pelayan pendidikan keagamaan, serta menghadirkan diri sebagai representasi Kementerian Agama di mana pun berada,” tegasnya.

Wamenag juga mendorong seluruh ASN untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi, seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi. Menurutnya, pendidikan keagamaan tidak boleh dipahami secara sempit, tetapi harus terintegrasi dengan penguatan sains, teknologi, dan keterampilan.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenag turut menyoroti pentingnya penguatan madrasah sebagai lembaga pendidikan unggulan. Ia mengapresiasi upaya Kanwil Kemenag Jawa Barat yang menargetkan sedikitnya delapan Madrasah Aliyah di Jawa Barat menjadi madrasah unggulan nasional. (*)
Sumber Website Kemenag RI 

 
Top