JAKARTA -- Akademisi Unand yang sarat pengalaman, Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng, dilantik menjadi Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstriksi (LPJK) Indonesia, periode 2025-2029, oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, di Jakarta, Rabu (4/3).
Pelantikan tersebut merupakan tindaklanjut dari proses panjang yang sudah dijalani.
Sebelum ditetapkan komposisi LPJK Indonesia, ratusan calon menjalani proses seleksi. Para kandidat juga harus melewati seleksi uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPR-RI, kemudian wakil rakyat menetapkan tujuh orang untuk duduk di LPJK.
Keberadaan LPJK sangatlah penting bagi dunia jasa konstruksi nasional. Lembaga ini berada di bawah Kementerian PU. Tugasnya mengatur, membina, dan mengawasi jasa konstruksi di Indonesia. Berperan dalam sertifikasi, penyelenggaraan sistem informasi, dan peningkatan kualitas industri konstruksi, serta memiliki kekuatan dan kelemahan terkait birokrasi dan teknologi.
Insannul Kamil tidak asing di dunia jasa konstruksi Indonesia. Berawal dari mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Andalas, kemudian menyelesaikan pendidikan magister dalam bidang rekayasa fracture mechanics di Toyohashi University of technology Jepang dan menyelesaikan pendidikan doktor dalam bidang facilities management di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Malaysia. Ia juga seorang dosen di Departemen Teknik Industri Universitas Andalas.
Dalam kapasitas akademisi, dirinya juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Jurusan, Wakil Dekan Fakultas Teknik, Dekan Fakultas Teknik UNAND, Wakil Rektor Universitas Andalas, Ketua Program Studi Doktor Teknik Industri Unand dan Ketua Pusat Studi Data Sains dan Artificial Intelligence Universitas Andalas.
Di dunia profesi yang sejalan dengan latar belakangnya sebagai Insinyur, Insannul Kamil kemudian pernah dipercaya selama dua periode sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Sumbar. Ketika terjadi gempa di Sumbar, tahun 2009, berkekuatan 6,4 SR, banyak korban meninggal, ratusan bangunan rusak. Saat itu, Nanuk bersama tim PII Sumbar melakukan pemeriksaan dan pendataan bangunan di Agam. Hasil pendataan tersebut diserahkan kepada pemerintah untuk membuat kebijakan demi keselamatan masyarakat dikemudian hari.
Sosok ramah dan mudah bergaul ini kemudian juga diberi amanah untuk sejumlah aktivitas. Saat ini, Ia masih tercatat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ketengalistrikan Indonesia (MKI) Sumbar untuk periode kedua, Ketua Umum Badan Keahlian Mesin (BKM) PII, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Dewan Pakar PWI Sumatera Barat.
“Kami turut bangga, Pak Nanuk sosok akademisi dan memiliki profesional keinsinyuran yang intens, kepemimpinannya kuat dan sudah teruji. Semoga sehat selalu dan sukses menunaikan amanah yang diberikan bangsa,” komentar Ketua PWI Sumbar Widya Navies didampingi Sekretaris Firdaus Abie.
Kata Widya Navies, kepercayaan yang diberikan kepada Nanuk memimpin LPJK RI, tentu saja menjadi sebuah kebanggaan bagi Sumbar. Ia putra Minang pertama yang dipercaya memimpin lembaga tersebut, sekaligus bukti bahwa Sumbar tidak pernah berhenti “memproduksi” putra-putri terbaiknya untuk bangsa. (*)