PADANG -- Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan non-tunai (BNT) untuk masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, Jumat (13/3). Penyaluran secara serentak di dua wilayah terdampak cukup parah, yaitu Kabupaten Agam dan Kota Padang.
Bantuan yang disalurkan senilai Rp 858 juta untuk 858 keluarga penyintas bencana di dua wilayah tersebut. “Masing-masing keluarga mendapat Rp 1 juta,” ucap Ketua PMI Sumbar, Aristo Munandar pada saat penyerahan BNT untuk warga Kota Padang di Palanta Walikota Padang.
Dari jumlah sebanyak itu, penerima di Kota Padang sebanyak 314 keluarga. Sedangkan Kabupaten Agam 544 keluarga.
Lebih jauh dikatakan Aristo, penyerahan bantuan dimaksud telah melalui proses yang cukup panjang. Dilakukan melalui penilaian bersama antara masyarakat terdampak, pemerintah setempat, PMI, serta IFRC, sehingga data penerima benar-benar valid. Mulai dari assessment dampak bencana terhadap calon penerima manfaat, hingga verifikasi data pemerintah daerah melalui KTP dan Kartu Keluarga," imbuhnya.
Beberapa kriteria juga harus dipenuhi oleh calon penerima manfaat, sambungnya adalah masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat banjir bandang dan tanah longsor. PMI juga memastikan rumah tersebut merupakan rumah milik pribadi calon penerima manfaat.
Selain itu, calon penerima BNT adalah masyarakat yang belum mendapatkan bantuan hunian sementara (Huntara) atau hunian tetap (Huntap) dari pemerintah. Terakhir, tidak bekerja sebagai pegawai negeri sipil atau pejabat pemerintah, polisi maupun militer.
"Kami juga menilai kerentanan calon penerima manfaat BNT ini. Seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, disabilitas, dan perempuan yang sebagai kepala keluarga," tambah Aristo.
Dalam penyaluran bantuan ini, PMI bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia
Walikota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh PMI. Kehadiran PMI saat ini telah meringankan beban ekonomi masyarakat. "Apalagi sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H," ujar Fadly.
Terkait itu, Wako Padang menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Indonesia yang telah berdonasi melalui PMI.
Rasa haru dan syukur disampaikan Widya (45) warga Tabiang Banda Gadang, Kota Padang salah satu wilayah terdampak bencana yang cukup parah di Kota Padang. Bantuan yang ia terima itu bagi Widya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan menyambut lebaran juga membayar sewa rumah yang ia tempati sementara ini. "Sekarang masih ngontrak, karena rumahnya sudah tidak bisa dihuni. Alhamdulillah bisa nambah bayar uang sewanya" tutur Widya. (*)