SEBANYAK 100 bus membawa perantau Minang diberangkatkan dari Jakarta beberapa hari lalu. Sekarang mereka sudah berada di Ranah Minang, tersebar di berbagai nagari.
Itu adalah kloter pertama. Setidaknya ada sekitar 150 bus lagi yang akan berangkat ke Sumatera Barat. Jika itu benar, maka jumlah bus yang membawa peserta pulang basamo adalah 250 bus. Andaikan rata-rata isi bus 30 orang, maka ada 7.500 orang Minang yang memanfaatkan momen pulang basamo difasilitasi berbagai pihak sepertiIkan Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Kita yakin, jumlah yang pulang kampung secara mandiri jauh lebih banyak dari itu. Ada yang pulang menggunakan bus umum, naik pesawat dan yang menggunakan kendaraan pribadi.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memprediksi, jumlah perantau Minang yang akan pulang kampung pada lebaran 2026 ini mencapai 5,3 juta orang. Angka yang tidak sedikit tentunya, nyaris sama banyak dengan jumlah penduduk Sumatera Barat.
Seperti lebaran sebelum-sebelumnya, perantau yang pulang kampung tahun ini berasal dari berbagai kawasan di Indonesia, termasuk luar negeri. Dimaklumi, bahwa orang Minang memiliki rantau di seluruh Nusantara hingga mancanegara. Selamat datang perantau Minang semua!
Kepulangan perantau tentulah menjadi harapan setiap keluarga. Karena bisa melepas taragak yang dipendam bertahun-tahun. Namun hanya sebatas itu, yakni sebatas keluarga.
Seharusnya kepulangan perantau tak hanya dimanfaatkan keluarga masing-masing, melainkan lebih dari itu. Nagari perlu mangambil kesempatan. Jika tidak, maka momen pulang kampung perantau akan berlalu begitu saja.
Setidaknya nagari perlu menggali berbagai ide untuk kemajuan berbagai bidang. Salah satunya melalui urun rembuk, atau musyawarah anak nagari dan lain sebagainya. Momen ini memberi kesempatan seluas-luasnya kepada perantau dan semua unsur di nagari. Dengan demikian, para perantau akan merasa lebih dihargai perannya, ketimbang hanya sekadar sumbangan materi.
Mudah-mudahan potensi begini bisa dimanfaatkan oleh semua nagari, sehingga terjalin sinergi dan tanggung jawab bersama terhadap nagari. Semoga! (SawirPribadi)