PARIAMAN -- Tiada diduga, tiba-tiba rumah tak layak huni itu didatangi Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dan rombongan. Kedatangannya pun pada dini hari, menjelang pagi.
Gasman (54), si pemilik rumah di Kelurahan Jalan Kereta Api, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman itu terkejut alang kepalang. Tubuhnya terasa dibgin, nikan karena suhu udara pagi, tapi karena nelangsa. Maklum yang datang adalah Gubernur.
Di rumah kayu itu tempat ia tinggal bersama istri dan enam anaknya. Untuk mendayung bahtera rumah tangga, sehari-hari Gasman berjualan es tebu.
Tak hanya Gasman sekeluarga yang kaget, warga sekitar pun tak kalah tercengang. Maka tak ayal lagi, suasana lingkungan sekitar mendadak ramai.
Gasman tertunduk. Ia tidak kuasa menyembunyikan rasa haru ketika mengetahui rumahnya didatangi langsung orang nomor satu di Sumbar.
Dalam kunjungan tersebut, Mahyeldi menyerahkan bantuan bedah rumah senilai Rp 25 juta dari Baznas Provinsi Sumbar. Selain itu, Bank Nagari turut memberikan bantuan sebesar Rp 2,5 juta secara tunai, disertai Al-Qur’an dan paket Ramadan. Bantuan tambahan juga datang dari anggota DPRD setempat serta sejumlah kepala dinas yang turut hadir.
“Alhamdulillah hari ini kita bersama Baznas Kota Pariaman, Baznas Provinsi, dan Ketua DPRD dapat mengunjungi rumah Pak Gasman beserta keluarga. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu beliau memiliki tempat tinggal yang lebih layak,” ujar Mahyeldi.
Dalam perbincangan dengan Gasman, Mahyeldi mengetahui bahwa pria tersebut sehari-hari bekerja sebagai penjual air tebu keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bahkan, demi mencari penghasilan tambahan, ia kerap berjualan hingga ke berbagai daerah, termasuk ke Provinsi Riau.
Rumah yang ditempati Gasman sendiri berdiri di atas tanah yang telah dihibahkan oleh keluarga sukunya. Namun kondisi runah tersebut sudah banyak yang memerlukan perbaikan.
“Di rumah ini tinggal suami istri dan enam anak. Kita melihat memang ada banyak bagian rumah yang perlu diperbaiki. Mudah-mudahan dengan bantuan ini beliau dapat tinggal di rumah yang lebih layak dan sehat,” kata Mahyeldi.
Gubernur juga mengaku tersentuh ketika mendengar cita-cita anak-anak Gasman yang ingin menjadi tentara dan polisi. “Anak-anak beliau punya cita-cita yang luar biasa. Mudah-mudahan dengan rumah yang lebih baik nanti dapat mendukung kesehatan dan kenyamanan mereka sehingga impian tersebut bisa tercapai,” tambahnya.
Mahyeldi berharap proses pembangunan rumah tersebut dapat segera dilaksanakan sehingga keluarga Gasman bisa segera menempati rumah yang lebih layak.
Gasman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah. “Terima kasih banyak Pak Gubernur sudah datang ke rumah kami dan sahur bersama. Rumah kami memang sudah rapuh. Semoga bantuan ini dibalas oleh Allah SWT dengan pahala,” ujar Gasman dengan wajah haru.
Lurah Jalan Kereta Api, Irfan juga menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Menurutnya, Gasman memang layak menerima bantuan mengingat kondisi ekonominya yang terbatas.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Baznas yang telah memberikan perhatian kepada warga kami yang membutuhkan,” katanya.
Usai mengunjungi rumah Gasman, Mahyeldi melanjutkan kegiatan dengan melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Hidayah, Desa Tanjung Sabar, Kecamatan Pariaman Utara. Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menyampaikan ceramah subuh sekaligus menyerahkan bantuan untuk masjid sebesar Rp 25 juta, disertai mushaf Al-Qur’an dan bantuan lainnya untuk mendukung kegiatan keagamaan di masjid tersebut.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan, tetapi juga membawa bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. (*)