Faktual dan Berintegritas

Inilah enam dari tujuh calon komisioner KPID Sumbar yang akan dilantik. 

PADANG -- Pelantikan anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sumatera Barat masa jabatan 2026–2029 batal. Padahal para calon komisioner yang akan dilantik dan sejumlah undangan sudah datang.

Pelantikan yang semula dijadwalkan, Jumat (13/3) pagi di Auditorium Gubernuran Sumbar, ditunda. "Benar, tidak jelas kapan lagi akan dilantik," sebut Riki Chandra, salah seorang komisioner yang akan dilantik usai batalnya pelantikan yang direncakan tersebut.

Awalnya, pelantikan rencananya dipimpin langsung oleh Gubernur Mahyeldi Ansharullah. Undangan sudah disebar. Dinas Kominfo menyebar undangan, komisoner juga membagikan undangan pada sanak saudara dan sahabat. Undangan ditandatangani Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi. "Undangan kan ditandatangani Sekda," ujarnya.

Riki memang kecewa dengan tidak jelasnya pelantikan tersebut. Semua sudah disiapkan, orang tua sudah diajak. Anak dan istri sudah bersiap-siap sejak usai sahur. Tiba-tiba pagi, tidak ada agenda Gubernur Sumbar untuk pelantikan tersebut. 

"Saya antar ibu ke Solok dulu, karena sudah dari kemarin siap-siap datang dari Solok untuk melihat saya dilantik," ujarnya.

Penundaan pelantikan tersebut terjadi mendadak, tanpa pemberitahuhan sebelumnya. Tidak hanya para tamu undangan yang hadir, tapi para komisioner KPID Sumbar yang akan dilantik juga tidak mengetahui kalau pelantikan tersebut batal.

Meski begitu, Riki mengaku tetap menunggu saja kapan pelantikan itu dapat dilaksanakan. Karena menurutnya yang paling penting adanya kondusifitas antara Pemprov Sumbar dengan KPID nantinya dalam menjalankan kewenangan.

Sebelumnya, berdasarkan surat yang ditantangani Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, pada 11 Maret, pelantilkan KPID akan dilaksanakan pada pukul 09.00 WIB di Auditorium Gubernuran.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumbar, Rudi  Rinaldi, menjelaskan bahwa undangan yang sempat beredar sebelumnya terjadi karena kesalahan internal.

Ia mengatakan, undangan tersebut sudah terlanjur dikirim sebelum jadwal pelantikan benar-benar dipastikan dengan gubernur. “Undangan yang disampaikan kemarin itu merupakan kesalahan. Jadwalnya belum final, tetapi sudah terlanjur dikirim,” terangnya. (ys)
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top