PADANG -- Korban bencana banjir di Padang akhir November 2025 lalu di hunian sementara (Huntara) Rumah Nelayan, Lubuk Buaya dikunjungi Kwartir Daerah (Kwarda) 03 Gerakan Pramuka Sumatera Barat, Kamis (5/3). Kunjungan Pramuka tersebut membuat hati mereka gembira.
Ketua Kwarda 03 Sumbar, Audy Joinaldy di kesempatan itu membagikan bantuan uang tunai untuk berhari raya. "Biasanya saat awal bencana bantuan berbondong-bondong datang, lalu perlahan terlupakan. Kami kembali hadir di bulan Ramadan ini untuk memastikan warga tidak merasa sendirian," ujar Audy.
Kwarda 03 Sumbar menyalurkan paket bantuan kepada 109 kepala keluarga (KK). Setiap KK menerima bantuan berupa, uang tunai Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp500 ribu, satu krat minuman kaleng, serta satu kotak kurma.
"Jangan dilihat nilainya, tapi ini adalah bentuk kasih sayang untuk sedikit mengobati hati warga di bulan suci," tutur Audy.
Kehadiran Kwarda 03 Sumbar disambut baik Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Menurutnya, Ramadan adalah momentum untuk memperkuat silaturahmi melalui aksi berbagi.
"Kami atas nama Pemerintah Kota Padang mengucapkan terima kasih kepada Kakak Audy dan seluruh pengurus Kwarda Sumbar. Kehadiran ini adalah bentuk kepedulian bagi warga di Pauh, Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo yang sedang diuji bencana. Semoga bantuan ini menjadi berkah dan pelipur lara bagi warga kami," ujar Maigus Nasir.
Maigus mengatakan, penghuni Huntara memang butuh dukungan untuk berbuka. Beruntung Ketua Kwarda 03 Sumbar tidak sekadar memberikan bantuan dalam bentuk makanan, tapi yang tidak kalah menarik yakni THR bagi warga setempat.
"Tentu ini sangat menggembirakan untuk warga kita. Mudah-mudahan masyarakat yang berada di hunian sementara akan selalu bahagia, akan selalu nyaman, dan sehingga bisa menikmati suasana bulan puasa dengan penuh keceriaan dan berkah," harap Maigus.
Kebahagiaan terpancar dari wajah para penghuni Huntara. Misla, salah seorang warga, mengaku sangat terbantu dengan bantuan THR yang diberikan.
"Kami merasa sangat terbantu tinggal di Huntara ini. Untuk sembako, Alhamdulillah kiriman selalu cukup. Namun, bantuan uang tunai seperti ini sangat kami butuhkan untuk membeli kebutuhan dapur harian lainnya seperti cabai dan keperluan harian yang tidak ada di paket sembako," ungkap Mizla. (dkf)