Faktual dan Berintegritas


HARGA avtur makin meroket bikin maskapai pusing tujuh keliling. Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) meminta pemerintah kembali menyesuaikan kenaikan fuel surcharge atau biaya tambahan untuk bahan bakar.

Sebagaimana diketahui, pada awal April 2026 lalu, fuel surcharge disesuaikan pemerintah dan naik 38% untuk jenis jet dan baling-baling. Sebelumnya, untuk jenis jet fuel surcharge hanya 10% dan untuk pesawat baling-baling 25%. Bila fuel surcharge naik, otomatis harga tiket penerbangan juga bisa naik.

Inilah yang paling ditakutkan oleh pengguna jasa penerbangan, yakni kenaikan harga tiket. Apalagi dalam situasi perekonomian masyarakat sekarang, kenaikan harga tiket akan membuat calon penumpang pesawat berpikir puluhan kali. Kecuali mungkin bagi masyarakat yang punya keperluan teramat urgent, berapapun harga tiket pasti dibeli.

Saat ini harga rata-rata tiket Padang - Jakarta misalnya sekitar Rp1,3 juta sekali terbang, masih terjangkau oleh masyarakat. Namun, jika nanti ada lagi penyesuaian akibat kenaikan harga Avtur, diyakini peminat naik pesawat akan menurun. 

Masyarakat yang tadinya menggunakan pesawat akan beralih ke transportasi jenis lain. Transportasi pilihan lain bagi jalur Padang-Jakarta adalah angkutan darat, bus!

Diakui atau tidak, mobilitas masyarakat Sumatera Barat ke Jakarta dan sekitarnya sangat besar. Buktinya selain dengan pesawat terbang, bus-bus yang melayani trayek Sumbar-Jabodetabek tidak pernah sepi penumpang. Setidaknya ada sekitar seribuan orang yang keluar dan masuk Sumbar dari Jakarta setiap hari.

Kita patut bersyukur pelayanan beserta fasilitas bus Padang-Jakarta sudah cukup bagus. Bahkan ada yang bagaikan hotel berjalan. Untuk ini perusahaan-perusahaan bus menawarkan harga tiket yang bervariasi pula.

Dalam situasi seperti sekarang, saatnya pemerintah menambah pilihan bagi masyarakat yang akan berpergian. Menghidupkan kembali layanan kapal laut Teluk Bayur (Padang) dengan Tanjung Priok (Jakarta) perlu dipikirkan. 

Jika ini dilakukan, maka masyarakat punya banyak pilihan untuk sarana transportasi jarak jauh tersebut. Setidaknya ada tiga klaster pilihan, yakni untuk masyarakat berkantong tebal atau yang punya keperluan teramat penting bisa memanfaatkan jasa pesawat terbang. Masyarakat kelas menengah atau tidak terlalu urgent bisa menggunakan jalan darat atau bus. Sedangkan yang lainnya bisa memanfaatkan jasa transportasi laut.

Ingat, transportasi kapal laut pernah jaya di masa lampau. Bahkan Zaenal Arifin menciptakan lagu Teluk Bayur sekitar tahun 1966-1967 yang dipopulerkan Ernie Djohan. (Sawir Pribadi)
 
Top