Faktual dan Berintegritas


PADANG -- Upaya memperkuat keselamatan di perlintasan sebidang kembali ditegaskan dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang, Selasa (5/5). Di rapat tersebut, dibahas upaya keberlanjutan penjagaan perlintasan kereta api di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menegaskan bahwa dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat sangat krusial untuk menjaga operasional di lapangan. “Kami berharap pembiayaan penjagaan perlintasan sebidang tetap diakomodasi oleh DJKA karena perannya sangat vital dalam menjamin keselamatan masyarakat,” tegasnya. 

Di rapat tersebut, Pemerintah Kota Padang bersama Pemko Pariaman dan Pemkab Padang Pariaman sepakat mengusulkan agar pembiayaan penjagaan perlintasan untuk periode Mei–Desember 2026 tetap ditanggung oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA). 

Kepala BTP Kelas II Padang, Hendrialdi, mengungkapkan bahwa, dari 60 titik resmi yang tidak memiliki palang pintu, sebanyak 54 titik saat ini dijaga secara swadaya oleh masyarakat dengan total 165 personel, termasuk 20 titik di Kota Padang yang dijaga oleh 63 petugas. 

“Keberlanjutan penjagaan perlintasan sebidang merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan keselamatan transportasi. Kami akan mengoptimalkan penempatan petugas agar pengawasan berjalan maksimal,” ujarnya. 

Pertemuan ini pun menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, guna memastikan keselamatan masyarakat di perlintasan sebidang tetap terjaga secara optimal.

Pertemuan ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sumatera Barat Adib Alfikri. (dkf)
 
Top