SWP.com, MENTAWAI (Sumatera Barat) - Dua hari tak ada kabar, nelayan tradisional di Tuapejat, Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai dievakuasi tim SAR. Nelayan bernama Sukirman (49) didapati tengah berlindung di Pulau Nuko, sekitar 15 Nautical Mile dari Pulau Sipora.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mentawai, Akmal, mengatakan informasi hilangnya nelayan tersebut disampaikan oleh istri korban yang khawatir setelah dua hari melaut, tak ada kabar dari korban.

"Informasi kita dapat dari keluarga, yaitu istrinya, pada 14.50 tadi (Selasa, 13 November-red) mengabarkan suaminya pergi melaut pada hari Minggu lalu (11 November-red) namun belum kembali, sehingga kita melakukan pencarian pada pukul 15.00 mengggerakkan Rib rygid Basarnas dengan potensi semuanya yaitu dari Lanal, Polairud, Kodim 0319 juga BPBD dan semuanya, kita melakukan pencarian.

Dia pergi memancing itu di barat daya Pulau Sipora, di Pulau Nuko jaraknya sekitar 15 NM. Pada pukul 15.55 dia ditemukan, ternyata korban berlindung karna badai, berlindung di pulau itu dan kita dampingi evakuasi ke dermaga Tuapejat. 

Memang ekstrem sekarang, dia tidak bisa kembali, dia berlindung di Pulau Nuko itu, bagaimanapun komunikasi kan disana tidak ada, jadi kita melakukan giat rescue kita daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Korban sudah dikembalikan ke pihak keluarga," ungkap Akmal dalam sambungan telpon selulurnya, Selasa (13/11/2018) malam.

Dengan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi sejak beberapa hari di Kepulauan Mentawai, Akmal mengimbau, kepada nelayan dan pemilik usaha transportasi laut untuk memperhatikan cuaca sebelum berangkat melaut.

"Kalau untuk cuaca sekarang, para nelayan kita jangan memaksakan diri melaut dulu, karna cuaca sekarang ekstrem. Begitupun para pengusaha-pengusaha pelayaran, transportasi tetap memperhatikan himbauan-himbauan yang dikeluarkan oleh BMKG, kalau seandainya cuaca kurang mendukung, jangan dipaksakan, utamakan keselamatan," pungkasnya.  (R)


 
Top