Faktual dan Berintegritas


PADANG -- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah berencana mengembangkan Padang Industrial Park (PIP) yang nganggur untuk mendongkrak perekonomian Sumatera Barat. Selanjutnya PIP dijadikan sebagai daya tawar pada investor untuk mau menanamkan investasi di daerah ini.

"Saya dari awal sudah melihat PIP ini sebagai potensi. Kita pelajari lagi dokumennya, agar proses investasi di lokasi itu menjadi lebih mudah nantinya," sebut Gubernur Mahyeldi saat berkunjung ke Redaksi Harian Singgalang, Padang, Selasa (7/4).

Lebih jauh Mahyeldi mengatakan, sejak beberapa tahun yang lalu pihaknya sudah memerintahkan OPD-nya untuk mengembangkan PIP. Alasannya, lokasi itu dianggap paling siap menerima investor.

"Ya, sudah kita arahkan. Sekarang beberapa industri sudah ada yang berdiri di sana," ulasnya.

Dalam kunjungan itu, Gubernur diterima Pemimpin Redaksi Khairul Jasmi, Wapemred Widya Navies dan Sawir Pribadi, Redaktur Pelaksana Gusnaldi Saman, para redaktur dan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Khairul Jasmi berharap PIP dapat menjadi salah satu stimulan meningkatkan perekonomian Sumbar. Investor masuk, ada industri tenaga kerja terserap, perekonomian berputar.

"Sekarang kapal di Teluk Bayur itu pergi kosong pulang berisi. Kalau tidak, sebaliknya, pergi berisi pulang kosong. Ongkos pelabuhan mahal pula," katanya.

Diketahui, Padang Industrial Park (PIP) merupakan salah satu kawasan industri terbesar dan paling strategis di Sumatera Barat. Kawasan ini berada di koridor utama pertumbuhan ekonomi, tepat di jalur By Pass yang menghubungkan Kota Padang dengan wilayah hinterland, serta dekat dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Posisi geografis ini menjadikan PIP sebagai simpul logistik penting yang mampu menghubungkan distribusi barang ke tingkat regional hingga nasional.

Dengan luas kawasan mencapai lebih dari 600 hektare dalam rencana tata ruang, PIP memiliki kapasitas besar untuk pengembangan industri skala menengah hingga besar. Pemanfaatan lahannya dirancang tidak hanya untuk kawasan industri, tetapi juga didukung fasilitas penunjang seperti jalan kawasan, perumahan, utilitas listrik, hingga fasilitas sosial. 

Hal ini menunjukkan bahwa PIP telah diproyeksikan sebagai kawasan industri terpadu yang mampu menopang aktivitas produksi secara berkelanjutan. (ys)
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top