PADANG -- Lebih 300 mahasiswa Universitas Ekasakti (UNES) resmi dilepas untuk terjun sebagai tim verifikasi lapangan dalam program Padang Rancak Award 2026, Rabu (22/4). Mereka dilepas di halaman Fakultas Hukum universitas tersebut.
Seluruh mahasiswa disebar ke 104 kelurahan di Kota Padang, dengan masing-masing kelompok beranggotakan dua orang yang bertugas melakukan survei di empat RT.
Peran mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi ujung tombak verifikasi langsung di lapangan. Tak hanya mengumpulkan data, mereka juga berinteraksi dengan masyarakat, menilai kondisi lingkungan, serta memberikan edukasi terkait kebersihan dan pengelolaan sampah.
Perwakilan Mahasiswa Unes, Elika Jamili, yang bertindak sebagai tim verifikasi lapangan, ketika diwawancarai menyampaikan bahwa tugas mereka mencakup observasi sekaligus edukasi langsung kepada warga.
“Kita datang ke RT-nya, lalu menanyakan bagaimana kebersihan lingkungan serta apakah sudah ada pemilahan sampah. Kemudian kita berikan edukasi cara pemilahan sampah yang baik dan benar agar lingkungan tetap terawat dan menghijau,” ujarnya didampingi rekan lain, Lusiana Mardalena Gee.
Sementara, Revi Ovitayanti, menilai program ini sebagai langkah konkret dalam menjawab persoalan kebersihan kota.
“Padang ini mungkin masih banyak sampah yang berserakan, jadi dengan adanya Program Padang Rancak dari Bapak Fadly Amran, bagus sekali menurut kami, semoga menjadi solusi untuk menjadi kota yang bersih dan sehat,” tambahnya.
Melalui keterlibatan aktif mahasiswa sebagai verifikator lapangan, Padang Rancak Award 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga gerakan nyata membangun kesadaran kolektif menuju lingkungan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Sementara, Wali Kota Padang, Fadly Amran, dalam pesannya menekankan pentingnya kontribusi mahasiswa bagi masyarakat.
“Dan tentunya mudah-mudahan ini pun menjadi modal bagi rekan-rekan mahasiswa-mahasiswi semua untuk selalu memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Rektor Universitas Ekasakti, Sufyarma Marsidin, mengingatkan para mahasiswa agar mampu menggerakkan kesadaran warga.
“Yang paling utama adalah bagaimana kita mampu memotivasi masyarakat di kelurahan masing-masing. Pertama, menanamkan budaya bersih dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, memberikan pemahaman bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman,” katanya. (dkf)