PADANG -- Sebanyak 90 persen perkara didominasi kasus narkoba di Kota Padang. Ketua DPRD Padang Muharlion ajak semua pihak lindungi generasi muda.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Jaksa masuk sekolah di SMP Negeri 13 Padang, Senin (27/4).
Disebutkannya, temuan kasus narkotika dalam jumlah besar, termasuk barang bukti sabu hingga puluhan kilogram, menunjukkan bahwa Padang tidak lagi sekadar menjadi daerah transit, tetapi sudah masuk dalam kategori wilayah rawan peredaran narkoba.
“Temuan sabu dalam jumlah besar di Padang harus menjadi alarm bagi kita semua. Dampaknya bisa menyasar anak-anak kita jika tidak dicegah sejak sekarang,” katanya.
Selain itu, Muharlion juga menyoroti persoalan lain yang tak kalah penting, seperti tawuran dan balap liar yang melibatkan remaja.
Ia menegaskan, penanganan terhadap persoalan tersebut harus dilakukan secara menyeluruh melalui edukasi, pengawasan, dan peran aktif keluarga.
Muharlion pun menyatakan dukungan penuh terhadap program Jaksa Masuk Sekolah yang dinilai efektif dalam membangun kesadaran hukum di kalangan pelajar.
Ia berharap program tersebut dapat terus diperluas agar menjangkau lebih banyak sekolah di Kota Padang.
“Program seperti ini harus kita dorong terus. Ini investasi jangka panjang untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba dan perilaku menyimpang,” tutupnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menyebut berbagai upaya pembinaan mulai menunjukkan hasil positif.
Ia mengklaim angka kenakalan remaja seperti tawuran dan balap liar mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami terus melakukan sosialisasi terkait bahaya tawuran, balap liar, serta sanksi hukum yang bisa diterima. Kolaborasi dengan Kejaksaan memberikan dampak positif bagi siswa,” ujarnya. (sdi)