Faktual dan Berintegritas


PADANG ARO -- Kabupaten Solok Selatan bakal segera memiliki satu laboratorium pemeriksaan lengkap. Ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang lengkap dan berkualitas.

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan  melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan dr. Riana Yoseferta mengatakan saat ini dinasnya sedang mempersiapkan operasional laboratorium, termasuk pemenuhan perizinan serta pengadaan sarana dan prasarana pendukung.

"Bangunan sudah selesai, sekarang kita fokus pada pemenuhan izin operasional serta melengkapi peralatan. Saat ini masih dalam proses pengadaan,” kata Riana, Rabu (29/4).

Selain proses pengadaan peralatan, Riana juga menyebut proses perizinan juga dikebut untuk memastikan laboratorium ini bisa segera beroperasi pada tahun ini.

Laboratorium yang diberi nama Laboratorium Kesehatan Masyarakat ini nantinya akan melayani berbagai pemeriksaan Kesehatan, seperti cek kesehatan menyeluruh (medical check up/MCU). Pemeriksaan ini bisa dilakukan secara mandiri maupun dengan rekomendasi dokter.

Untuk memastikan seluruh pelayanan bisa dirasakan oleh masyarakat, lanjut Riana, ke depan juga akan dilakukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Saat ini pemerintah kabupaten tengah mempersiapkan regulasi yang berkaitan tarif layanan laboratorium ini. Sehingga tak hanya untuk memberikan pelayanan kesehatan, lab ini juga akan memberikan pendapatan bagi daerah.

Targetnya ke depan lab ini tak hanya digunakan untuk pemeriksaan Kesehatan saja, namun juga akan digunakan sebagai tempat pemeriksaan berbagai sampel seperti air dan makanan sebagai upaya untuk menjaga kesehatan lingkungan.

Dengan hadirnya Labkesmas ini, diharapkan masyarakat Solok Selatan dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau, sekaligus mendukung deteksi dini berbagai penyakit. 

Perlu diketahui, pembangunan laboratorium yang berlokasi di Lubuk Gadang Kecamatan Sangir ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kementerian Kesehatan dengan nilai bangunan mencapai Rp 14 miliar. Sedangkan untuk pengadaan berbagai peralatan penunjang, telah dialokasikan dana sebesar Rp 700 juta. (dko/sls)
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top