Faktual dan Berintegritas

Fadli Zon 

PADANG -- Setelah dilakukan penataan dan aktivasi, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon meresmikan kembali Gedung Abdullah Kamil, Jumat (23/1).

Fadli Zon dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan aktivasi Gedung Abdullah Kamil ini diharapkan bisa menjadi kantor budaya di Sumbar. 

Fadli Zon juga mendorong agar dengan adanya gedung ini ada keberlanjutan yang juga disokong dengan ekosistem, baik untuk tradisi dan kontemporer.

"Kekuatan kita adalah budaya. Ini yang harus dirawat dan dijaga. Bukan hanya sebatas di Indonesia saja, tapi kita juga harus mampu memajukan budaya ke tengah peradaban dunia," kata Fadli Zon.

Dia juga menekankan bahwa di bidang budaya ini banyak peluang bisnis. Maka dari itu perlu pergerakan dari segala pihak untuk memajukan kebudayaan.

"Kebudayaan pun tidak semata-mata seni, setidaknya ada 10 objek. Mulai dari bahasa, tradisi lisan, manuskrip, seremonial upacara, adat istiadat dan permainan tradisional hingga pangan lokal. Rendang itu juga termasuk ekspresi budaya," kata Fadli Zon.

Seperti diketahui, Gedung Abdullah Kamil yang terletak di Jalan Diponegoro ini pembangunannya dimulai pada 1988, dan kemudian selesai dan diresmikan pada 7 Maret 1992.

Dengan lahan seluas 4.300 meter, bangunan gedung ini tidak layak pakai setelah mengalami kerusakan akibat gempa 2009 silam. Hingga kemudian perbaikan dan penataan gedung ini kembali dilakukan pada 2024 dengan bantuan dana dari Kementerian Kebudayaan RI.

Selain peresmian Gedung Abdullah Kamil, pada hari yang sama juga diadakan seminar nasional di gedung tersebut.

Adapun pemateri pada seminar dengan tema "Diplomasi Budaya Minangkabau" yaitu Prof. Fasli Djalal (Presiden Minang Diaspora Network Global), Emeraldy Chatra (Pakar Komunikasi Sosial FISIP Unand) dan Edy Utama (Pekerja Budaya).

Adapun salah satu hal yang menjadi pembahasan dalam seminar itu adalah upaya mentransformasi nilai budaya Minangkabau kepada generasi berikut.

Fasli Djalal pun mengatakan, selain cara berbeda dalam memanfaatkan budaya, yang juga menjadi hambatan dalam hal transformasi budaya ini karena belum terbangunnya sinergi lintas generasi.

Sejumlah tokoh Sumbar tampak hadir dalam peresmian Gedung Abdullah Kamil, di antaranya Taufik Ismail, Buya Mas'oed Abidin dan Walikota Padang Fadly Amran. (wy)
 
Top