PADANG -- Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo menginstruksikan agar pengerjaan ruas jalan Lembah Anai dikebut. Hal itu dimaksudkan agar bisa difungsikan 24 jam pada masa libur Idul Fitri tahun ini.
Jalur tersebut merupakan jalan nasional yang menjadi akses utama penghubung Kota Padang dengan Kota Bukittinggi dan wilayah Sumatera Barat (Sumbar) bagian utara. Saat ini, pada jalur tersebut masih diberlakukan sistem buka-tutup, karena perbaikannya masih dalam proses pasca terdampak bencana pada akhir November lalu.
“Saya minta ruas ini, yang sudah fungsional, bisa dibuka 24 jam penuh pada H-7 sampai H+7 Lebaran. Tidak seperti sekarang yang hanya dibuka beberapa jam,” kata Dody Hanggodo saat meninjau langsung ke lokasi perbaikan jalan Lembah Anai, Rabu (28/1).
Ia juga menekankan agar selama masa libur Lebaran nanti, seluruh alat berat dikeluarkan dari badan jalan. Sehingga arus lalu lintas dapat berjalan lancar dan aman bagi masyarakat. “Semua alat berat harus keluar dari lokasi dan jalur bisa difungsikan 24 jam penuh,” katanya.
Menteri PU menyampaikan perbaikan permanen jalur Lembah Anai ditargetkan rampung pada Juli 2026. Khusus masa libur Lebaran, ia menyebut, fungsionalnya akan dioptimalkan untuk menunjang kelancaran lalu lintas, setelah itu pengerjaan kembali di maksimakan.
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menyambut baik instruksi Menteri PU tersebut. Ia mengapresiasi perhatian dan langkah cepat Kementerian PU dalam memastikan kelancaran konektivitas strategis di Sumatera Barat, khususnya menjelang arus mudik dan balik Lebaran.
“Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung langkah Menteri PU agar jalur Lembah Anai dapat difungsikan 24 jam selama libur Lebaran. Ini penting untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendukung aktivitas ekonomi daerah,” ujar Mahyeldi.
Gubernur menegaskan, Pemprov Sumbar akan terus berkoordinasi dengan Kementerian PU dan seluruh pihak terkait untuk memastikan kesiapan jalur tersebut, baik dari aspek teknis maupun keselamatan pengguna jalan.
“Kami berharap upaya ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas, sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun infrastruktur yang andal dan berkelanjutan di Sumatera Barat,” tambahnya. (ys/sgl)