LUBUK BASUNG -- Ikatan Keluarga Luhak Agam (IKLA) Batam membawa bantuan serta melaksanakan program trauma healing bagi para penyintas bencana Agam.
Kedatangan rombongan IKLA Batam disambut Bupati Agam yang diwakili Asisten III Setda Agam, Syatria, di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (19/1).
Kehadiran para perantau ini menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian anak nagari di rantau terhadap kampung halaman yang tengah dilanda musibah.
Sekretaris IKLA Batam, Ilyas, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Agam.
Ia menjelaskan, program yang dilaksanakan di Agam mulai berjalan sejak hari ini dan dirancang agar tepat sasaran dengan terlebih dahulu berkoordinasi bersama pemerintah daerah.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kami dapat kembali ke ranah untuk berkontribusi. Kami juga berkolaborasi dengan Kansa (Kampus Anak Bangsa) dan Amanah Rang Minang (ARMI) yang memiliki ilmu serta pengalaman dalam pendampingan dan pemulihan trauma,” ujar Ilyas.
Dalam kegiatan tersebut, IKLA Batam membawa bantuan berupa dana yang akan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Selain itu, IKLA Batam juga berencana menggelar konser amal di Batam guna menghimpun donasi tambahan bagi korban bencana di Agam.
Lebih lanjut disampaikan, program trauma healing akan dilaksanakan selama kurang lebih dua minggu ke depan. Pendampingan tidak hanya dilakukan dalam bentuk kegiatan hiburan, tetapi juga dengan mendatangi langsung rumah-rumah korban agar proses pemulihan psikologis dapat dilakukan secara lebih intensif dan menyeluruh.
Sementara itu, Asisten III Setda Agam, Syatria, menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian sanak saudara serta para perantau di Batam terhadap musibah yang menimpa Kabupaten Agam.
Ia berharap program- program yang dilaksanakan dapat memberikan sentuhan pemulihan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
“Apa yang dilakukan oleh IKLA Batam dan mitra merupakan nilai ibadah dan sangat berarti bagi masyarakat Agam. Kami berharap kolaborasi dan kepedulian seperti ini terus terjaga,” ungkapnya.
Bencana banjir bandang di Kabupaten Agam berdampak terhadap hampir di seluruh wilayah Agam, hingga saat ini tercatat sebanyak 166 korban jiwa, dengan 37 orang belum diketahui identitasnya, termasuk delapan korban yang ditemukan dalam kondisi body part.
Jumlah pengungsi saat ini mencapai 3.792 orang, khusus di Salareh Aia, Pemerintah daerah tengah membangun 117 unit hunian sementara.
Diketahui, total kerugian dan kerusakan akibat bencana diperkirakan mencapai Rp8,5 triliun, meliputi rumah, infrastruktur, serta lahan pertanian yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Agam kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan bagi pemulihan pascabencana di daerah tersebut. (sd)