PADANG -- Pemerintah Kota (Pemko) Padang mulai mematangkan langkah strategis untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Hal ini menjadi fokus utama dalam koordinasi antara Wali Kota Padang bersama Kepala Balai Haji dan Umrah di Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (21/1).
Pertemuan ini menandai dimulainya sinergi lintas instansi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi calon jamaah haji (CJH) asal Kota Padang. Ada dua poin krusial yang menjadi prioritas utama: kematangan pemahaman ibadah (manasik) dan kepastian kelaikan kesehatan (istitha’ah).
Kepala Balai Haji dan Umrah, Zulfahmi, menegaskan bahwa persiapan teknis tahun ini akan dilakukan lebih dini dan mendalam, terutama pada sektor edukasi jamaah.
Manasik Haji Intensif: Balai Haji berkomitmen memberikan pembekalan manasik yang lebih matang agar jamaah benar-benar mandiri dan memahami seluruh rangkaian rukun serta wajib haji sebelum bertolak ke Tanah Suci.
Standar Kesehatan Ketat: Pemeriksaan kesehatan akan diperketat melalui koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh calon jamaah memenuhi syarat istitha’ah kesehatan. Langkah preventif ini diambil demi menjamin keselamatan jamaah selama menjalani proses ibadah yang menguras fisik.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota
Wali Kota Padang menyatakan komitmennya untuk mengawal seluruh tahapan, mulai dari persiapan di daerah hingga pemberangkatan. Sinergi ini melibatkan Bagian Kesra, Dinas Kominfo, serta Bagian Prokopim untuk memastikan arus informasi dan pelayanan kepada masyarakat berjalan transparan.
"Kami ingin memastikan setiap warga Padang yang berangkat tahun ini mendapatkan rasa aman dan nyaman. Pemerintah Kota mendukung penuh, baik secara koordinatif maupun dukungan fasilitas yang diperlukan, agar penyelenggaraan haji 1447 H berjalan tertib dan lancar," ujar Wali Kota.
Melalui pertemuan ini, Pemko Padang dan Balai Haji dan Umrah sepakat untuk terus memantau setiap perkembangan regulasi terbaru agar tidak ada kendala teknis yang menghambat keberangkatan jamaah nantinya. (dkf)