PADANG -- Koreografer kenamaan, Ery Mefri meninggal dunia di Padang, sekitar pukul 14.00, Rabu (11/2). Pendiri komunitas seni Nan Jombang Dance Company itu, dalam beberapa bulan belakangan memang sudah bolak balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya.
"Uda Ery telah pergi," kata istrinya, Angga. Ia meminta maaf kepada semua kawan dan kenalan Ery Mefri.
Ery lahir 23 Juni 1958. Ia seorang koreografer tari asal Indonesia. Ery banyak mengolah unsur-unsur tari tradisional Minangkabau. Ery merupakan anak tunggal dari pasangan Jamin Manti Jo Sutan dan Nurjanah.
Ery mengawali kariernya bersama Grup Gumarang Sakti pimpinan Gusmiati Suid. Ia dikenal sebagai koreografer yang suka melakukan pencarian ekspresi baru dalam setiap karyanya.
Salah satu ciri khas yang muncul dalam setiap pementasan karyanya tidak menggunakan iringan musik atau instrumen khusus. Para penari sendirilah yang menciptakan musik melalui nyanyian, tepukan tangan, pukulan ke anggota tubuh, atau tabuhan pada kain celana galembong.
Berkat ketekunannya dalam mengkreasikan tari Minang kontemporer, Ery Mefri sudah beberapa kali tampil di festival tari dunia, antara lain di Singapura, Tokyo, Berlin, London dan lainnya.
Kabar duka ini tentu menyentak bagi sejumlah pegiat seni dan budayawan serta pihak-pihak lain yang selama ini akrab dengan beliau. Seperti misalnya Hendra Makmur, penulis biografi Ery Mefri yang langsung berangkat menuju rumah duka usai menerima kabar tersebut.
"Saya sedang jalan ke rumah duka," kata penulis biografinya, Hendra Makmur.
Semasa hidup, Ery memang dikenal sebagai sosok yang konsisten untuk mengembangkan seni tradisi Minangkabau. Hal ini dia buktikan dengan membuat sebuah festival berbasis tradisi bernama "Festival Nan Jombang Tanggal 3". Satu pertunjukan seni yang rutin diadakan sekali sebulan di kediamannya yang disulap menjadi sebuah tempat pertunjukan seni yang mumpuni. Festival ini pun sudah berjalan selama 13 tahun lebih. Tak hanya seni tradisi, di sana juga ditampilkan pertunjukan seni kontemporer.
Ery Mefri juga dikenal sebagai sosok yang keras dalam memperjuangkan aspirasi seniman. Di beberapa kesempatan dia juga getol mengkritik pemerintah jika menurutnya ada kebijakan yang menyengsarakan seniman dan seni itu sendiri.
Karya-karya tari Ery Mefri juga beberapa kali dibawakan oleh sanggar-sanggar di Sumbar.
Banyak sudah memang yang ditorehkan Ery semasa hidupnya lewat seni tari dan tradisi Minangkabau. Sosok yang patut dikenang sebagai pejuang seni tradisi Minangkabau. Selamat jalan, Ery Mefri! (kj/wy)