PADANG -- Polda Sumbar menggelar lomba penyelenggaraan jenazah antar Bhabinkamtibmas jajaran sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut resmi dibuka, di Mapolresta Padang, Rabu (11/2).
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan apresiasi Kapolda Sumbar terhadap peningkatan kemampuan personel, khususnya dalam pelayanan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, tugas Polri tidak hanya sebatas melayani masyarakat yang masih hidup, tetapi juga hadir saat warga meninggal dunia dan membutuhkan bantuan.
“Pelayanan kepolisian itu menyeluruh. Bukan hanya kepada masyarakat yang hidup, tetapi juga ketika ada warga yang meninggal dan membutuhkan pertolongan,” kata Solihin.
Ia menegaskan, kemampuan penyelenggaraan jenazah menjadi bekal penting bagi anggota Polri, terutama Bhabinkamtibmas yang selama ini menjadi ujung tombak di tengah masyarakat.
“Bhabinkamtibmas harus siap dan mampu. Jika ada warga meninggal dunia dan tidak ada yang mengurus, maka polisi harus hadir mengambil peran tersebut,” tegasnya.
Brigjen Pol Solihin menjelaskan, proses penyelenggaraan jenazah bukan perkara sederhana. Mulai dari memandikan, mengafani, hingga memfasilitasi pemulangan jenazah kepada pihak keluarga harus dapat dilakukan dengan baik dan sesuai ketentuan.
“Ini tidak boleh dianggap sepele. Personel harus memahami tata cara memandikan, mengafani, sampai membantu pengantaran jenazah dari rumah sakit ke keluarga. Semua harus difasilitasi dengan baik,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di tingkat Polda dan Polres, tetapi dapat berlanjut hingga ke tingkat Polsek agar kompetensi tersebut merata di seluruh jajaran.
“Ke depan, ini juga harus dilaksanakan di tingkat Polsek. Jangan berhenti di sini saja,” ujarnya.
Wakapolda menyebut, lomba tersebut merupakan terobosan pertama di lingkungan Polda Sumbar yang terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk tokoh adat dan tokoh agama.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Fauzi Bahar, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan itu selaras dengan nilai adat dan kearifan lokal Minangkabau.
“Ini bagian dari kearifan lokal yang patut kita dukung. Kami mengapresiasi langkah Polda Sumbar menggelar lomba ini,” katanya.
Fauzi Bahar berharap keterampilan penyelenggaraan jenazah dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan kepolisian, sehingga menjadi kompetensi dasar yang dimiliki setiap calon anggota Polri.
“Ke depan, sebaiknya ini menjadi bagian dari kurikulum di SPN. Ini adalah keterampilan dan ilmu yang penting bagi seorang polisi,” tutupnya. (dr)