Faktual dan Berintegritas


Reza Chairul Akbar Sidiq

PADANG -- Jalur Lembah Anai dibuka terbatas pada Lebaran 2026 ini. Polda Sumatera Barat melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan dengan penerapan sistem one way (satu arah). 

Pemberlakuan one way tersebut untuk mengantisipasi lonjakan  kendaraan saat arus mudik dan balik Lebaran. Selain itu juga diberlakukan waktu steril atau clearance time guna mengurangi potensi kemacetan di jalur utama Padang–Bukittinggi itu.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, menjelaskan rekayasa lalu lintas one way untuk pengaturan arus kendaraan tersebut merupakan hasil koordinasi dalam rangka persiapan Operasi Ketupat 2026. “Kendaraan yang bergerak dari Kota Padang menuju Bukittinggi akan diberlakukan sistem satu arah mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Setelah periode tersebut berakhir, arus lalu lintas dari arah sebaliknya, yakni Bukittinggi menuju Padang, akan diberlakukan skema yang sama mulai pukul 14.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB,” kata dia, Jumat (6/3).

Lebih jauh dikatakan, penerapan rekayasa lalu lintas ini dilakukan karena kondisi jalan di kawasan Lembah Anai belum sepenuhnya pulih setelah terdampak bencana beberapa waktu lalu. Pengerjaan perbaikan infrastruktur masih terus dikebut. “Meski demikian, perbaikan infrastruktur terus dikebut dan ditargetkan pada H-7 Lebaran jalur tersebut sudah dapat difungsikan selama 24 jam dengan dua arah,” tegas Kombes Pol Reza.

Ia menambahkan, selain sistem satu arah, petugas juga akan menerapkan waktu steril selama 30 menit pada jalur sepanjang sekitar 20 kilometer. “Dalam masa tersebut, kendaraan tidak diperbolehkan melintas karena jalur akan dikosongkan sementara untuk mencegah terjadinya kecelakaan saat pergantian arus  kendaraan,” tutur dia.

Selain itu, pihaknya juga mendirikan sejumlah pos pantau dan pos siaga di beberapa titik strategis, di antaranya kawasan Lembah Anai, Padang Panjang, serta sejumlah lokasi lainnya di sepanjang jalur tersebut.

“Pemantauan kondisi lalu lintas selama arus mudik juga akan dilakukan selama 24 jam dengan memanfaatkan drone, teknologi pemantauan modern, serta sistem RTMC untuk melihat perkembangan kepadatan kendaraan secara langsung,” ujar Reza.

Sementara itu, jalur alternatif Malalak belum difungsikan sebagai jalur one way karena statusnya masih dalam kondisi darurat. “Pengendara yang melintasi kawasan tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rambu-rambu demi menjaga keselamatan selama perjalanan,” ulasnya. (*)
 
Top