PADANG -- Guna memastikan keamanan pangan dan stabilitas harga selama bulan suci Ramadan, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, bersama BPOM, Dinas Kesehatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan peninjauan langsung ke Pasar Nanggalo Siteba, Kota Padang, Minggu (1/3) sore.
Kunjungan ini difokuskan pada pengawasan pabukoan atau takjil yang dijual pedagang, guna memastikan tidak terdapat zat berbahaya yang dapat mengancam kesehatan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga memantau kestabilan harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
Dalam peninjauan tersebut, Wakil Gubernur menegaskan komitmen Pemprov Sumbar untuk menjaga kondisi pasar tetap tertib, bersih, serta menjamin bahan pangan yang beredar aman dan layak dikonsumsi. “Kita ingin memastikan harga tetap stabil dan kondisi makanan yang dijual masih baik dan bersih. Kami berharap seluruh masyarakat dan pedagang dapat bersama-sama menjaga kebersihan,” ujarnya di sela-sela kunjungan.
Wagub mengimbau para pedagang agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga menjaga kebersihan dan sterilisasi makanan. “Di masa Ramadan ini, mari sama-sama kita jaga kebersihan. Masyarakat yang berpuasa membutuhkan makanan yang benar-benar sehat,” tegasnya.
Pada kegiatan tersebut, sebanyak 13 sampel makanan dan minuman diambil untuk diuji. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan indikasi kandungan zat berbahaya seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM Elyunaida, menjelaskan bahwa pihaknya membawa mobil laboratorium keliling untuk mempercepat proses pengujian di lokasi. “Kami melakukan sampling terhadap makanan yang dijual. Sampel langsung diuji menggunakan mobil laboratorium keliling kami, sehingga hasilnya dapat segera diketahui,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan akan divalidasi dan dikoordinasikan dengan instansi terkait sebelum diumumkan kepada publik sebagai bentuk transparansi sekaligus edukasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dr. Aklima, menyebutkan bahwa pengawasan difokuskan pada makanan siap saji seperti bakso, mie, lontong, risoles, serta aneka makanan berbahan tepung seperti cendol.
“Kami ingin memastikan bahan pangan siap saji tidak mengandung zat berbahaya dan bebas dari kontaminasi. Masyarakat harus merasa aman saat mengonsumsi makanan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih selektif dalam membeli makanan, terutama yang memiliki warna terlalu mencolok karena berpotensi menggunakan pewarna yang tidak sesuai standar keamanan pangan. (kmf)