Faktual dan Berintegritas


PASBAR -- Sebuah terobosan penting dilakukan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Agam. Mulai Kamis, 9 Maret 2026 kemarin, layanan keimigrasian resmi "jemput bola" ke wilayah ujung barat Sumatera Barat. Kantor Imigrasi tersebut membuka pelayanan paspor perdana yang berlokasi Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pasaman Barat di Simpang Empat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Agam, Kizlar Asaad dan  Kepala Seksi Teknologi Informasi dan komunikasi Imigrasi Agam, Putu Agus Sugiarto kepada wartawan mengatakan, layanan tersebut merupakan salah satu inovasi dari Kantor Imigrasi Agam  untuk menjawab kerinduan masyarakat akan akses birokrasi yang lebih dekat, mudah, dan terjangkau.

​Sebagaimana diketahui, Kabupaten Pasaman Barat merupakan wilayah kerja terjauh dari Kantor Imigrasi Agam, bahkan berbatasan langsung dengan Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Selama ini, warga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mengurus dokumen perjalanan mereka.

​"Layanan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara untuk memudahkan masyarakat. Kami ingin memastikan permohonan paspor tidak lagi terkendala jarak yang jauh," ujar Kizler.

​Bagi masyarakat  yang ingin memanfaatkan layanan ini, menurut Kizler ada  beberapa poin-poin penting yang perlu diperhatikan diantaranya memastikan Lokasi Pelayanan yaitu  Ruang Kantor DPMPTSP Pasaman Barat.

​Selanjutnya memastikan layanan masih Tersedia, karena kuota yang baru tersedia 25 pemohon per hari layanan.

Sedangkan frekuensi layanan Direncanakan hadir rutin 2 kali dalam sebulan dan jenis layanan meliputi 1. Pembuatan Paspor Baru, Penggantian Paspor (habis masa berlaku/halaman penuh).

Dijelaskanya,  Seluruh proses pendaftaran dan pengunggahan berkas persyaratan dilakukan secara digital melalui aplikasi M-Paspor sehingga ​masyarakat tidak perlu mengantre secara manual. Caranya cukup pilih lokasi "Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu" pada aplikasi, unggah dokumen yang diperlukan, dan datang sesuai jadwal yang dipilih.

​"Hadirnya layanan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi dan waktu bagi masyarakat Pasaman Barat yang ingin berangkat umrah, berwisata, maupun keperluan pendidikan ke luar negeri," ujar Kizlar. (gd)
 
Top