PADANG -- Pasca kejadian ledakan bom rakitan di MAN 3 Sungai Bangek Padang, proses belajar mengajar (PBM) tetap dilakukan. Sementara pelakunya diperiksa di Polda Sumbar.
Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan, proses belajar mengajar untuk siswa kelas 11 dan 12 tetap dilaksanakan. Sementara untuk siswa baru masih melanjutkan proses taaruf.
"Kondisi para siswa tidak ada masalah pasca kejadian kemarin, seluruh siswa tetap bisa menjalankan proses belajar mengajar dengan baik," kata Marliza.
Marliza mengatakan, untuk kasus bullying yang diduga terjadi di sana, pelaku pelaku juga sudah dipanggil oleh kepolisian.
"Teman sekelas RF yang diduga membullying tersebut juga sudah dipanggil polisi. Kita hanya menunggu proses hukum yang sedang berjalan," ujar Marliza.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang, Yasril, mengatakan, tindakan bullying yang terjadi di MAN 3 Padang baru diketahuinya pasca pengeboman di sana. "Kita tahunya setelah tim dari Densus 88 datang ke rumahnya kemarin, kami mendapatkan informasinya dari pihak Densus," katanya.
Dijelaskannya, dari pengungkapan Densus 88 didapati RF yang melakukan pengeboman di kelasnya sudah meminta untuk pindah sekolah sejak setahun lalu. "Dari keterangan orangtua siswa didapati bahwa dia sudah minta pindah sejak berada di kelas 2 lalu. Tapi orangtuanya menyarankan untuk tetap bertahan saja," jelasnya.
Yasril mengatakan, pihaknya akan memastikan terduga pelaku pengeboman itu akan tetap mendapatkan pendidikan yang layak sebagaimana mestinya.
"Untuk pendidikannya nanti kita akan titipkan dia untuk belajar di MAN 2 Padang yang ada di Nanggalo. Karena lokasi itu cukup dekat dengan Polresta Padang tempat ia harus menjalani berbagai pemeriksaan nantinya," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan terjadi ledakan di MAN 3 Padang. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.