Faktual dan Berintegritas


ALAHAN PANJANG, SWAPENA.COM -- Upaya pemulihan infrastruktur jalan di Sumatera Barat pascabencana hidrometeorologi terus menunjukkan progres yang signifikan. 

Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat memaksimalkan pengerjaan di lapangan sehingga ruas jalan strategis Pasar Baru (Kabupaten Pesisir Selatan) – Alahan Panjang (Kabupaten Solok) kini sudah kembali lebar dan dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan dari kedua arah.

Ruas jalan sepanjang 40 kilometer tersebut merupakan rute yang sangat vital bagi mobilitas masyarakat. Selain menyingkat jarak dan memangkas waktu tempuh hingga 4 jam, jalur ini juga menjadi alternatif utama yang menghubungkan Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok tanpa harus memutar melewati Kota Padang dan jalur ekstrem Sitinjau Lauik.

Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armizoprades, menyampaikan bahwa penanganan timbunan material longsor dan perbaikan struktur jalan terus dilakukan secara intensif melalui kombinasi anggaran APBD dan kerja sama instansi teknis.

"Pelaksanaan perbaikan saat ini menggunakan anggaran reguler APBD melalui skema pihak ketiga serta pengerjaan swakelola yang ditangani langsung oleh UPTD Wilayah VI dan UPTD Workshop dan Alat Berat," ujar Armizoprades, disela peninjauan pengerjaan perbaikan di ruas jalan Bayang - Alahan Panjang, Selasa (20/10/2026).

Armizoprades menjelaskan, untuk pengerjaan lewat pihak ketiga, saat ini terdapat tiga titik lokasi yang pengerjaannya sudah mencapai 40 persen dan direncanakan selesai bulan November. Pekerjaan tersebut mencakup pemasangan bronjong penahan longsor, pasangan batu, hingga pengaspalan ulang. Sedangkan untuk penanganan secara swakelola, sebanyak delapan titik lokasi telah rampung ditangani pada minggu ini.

Lebih lanjut dijelaskannya, perbaikan infrastruktur jalan ini juga disokong oleh Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dikelola oleh Dinas BMCKTR dengan total anggaran kurang lebih Rp258 miliar. Khusus untuk percepatan penanganan ruas jalan Pasar Baru – Alahan Panjang, dialokasikan dana sebesar Rp500 juta.

"Kami berharap ke depan penanganan ruas jalan ini dapat didukung secara berkelanjutan melalui anggaran pemerintah pusat lewat Dana R3P, sehingga fungsi jalan dapat pulih 100 persen secara normal," tambahnya.

Meskipun dalam pelaksanaannya tim teknis di lapangan dihadapkan pada kendala cuaca yang tidak menentu serta medan geografis yang berat, Dinas BMCKTR berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan perbaikan demi menjamin keamanan arus transportasi.

Armizoprades turut mengimbau kepada seluruh masyarakat dan para pengemudi kendaraan yang melintasi jalur Pasar Baru – Alahan Panjang agar tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat curah hujan tinggi di sekitar area bekas longsor. (kmf)
 
Top