MERAK, SWAPENA.COM -- Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang terbakar Selasa (20/10/2026) di kawasan Pelabuhan Merak, Banten mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan.
Pihak PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan pendataan terkait potensi kerusakan atau terbakarnya kendaraan tersebut masih berjalan bersama Jasa Raharja.
Berikut data dan fakta KMP Batumandi yang terbakar.
Jumlah Kendaraan: Kapal mengangkut total 89 unit kendaraan, termasuk kendaraan pribadi serta bus AKAP lintas Sumatera-Jawa (seperti PO NPM, PO Miyor, dan PO TAM).
Lokasi Api: Percikan dan kebakaran dilaporkan muncul di area buritan dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil serta sekitar ruang mesin.
Status Pendataan: Pihak PT ASDP Indonesia Ferry bersama Jasa Raharja masih melakukan pendataan materil terhadap barang-barang dan kendaraan penumpang yang terdampak, sehingga klaim bahwa tidak ada kendaraan yang terbakar belum sepenuhnya dikonfirmasi resmi oleh manajemen.
Kondisi Penumpang: Seluruh 420 penumpang dan kru kapal berhasil dievakuasi selamat.
Berdasarkan data manifest, KMP Batumandi mengangkut 27 penumpang pejalan kaki, terdiri atas 17 laki-laki, sembilan perempuan, dan satu balita.
Sementara itu, jumlah penumpang yang tercatat berada di dalam kendaraan mencapai 393 orang.
Adapun total kendaraan yang berada di atas kapal sebanyak 89 unit, dengan rincian sebagai berikut:
Golongan II: 6 unit, dengan 10 penumpang.
Golongan IV A: 25 unit, dengan 111 penumpang.
Golongan IV B: 20 unit, dengan 38 penumpang.
Golongan V B: 13 unit, dengan 18 penumpang.
Golongan VI A: 6 unit, dengan 186 penumpang.
Golongan VI B: 9 unit, dengan 12 penumpang.
Golongan VII: 10 unit, dengan 18 penumpang.
Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi setelah api berhasil dipadamkan pada pukul 21.02 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan penanganan pascakebakaran terus berlanjut melalui koordinasi dengan petugas gabungan dan instansi terkait.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo mengatakan pihaknya berfokus memastikan seluruh penumpang mendapatkan penanganan yang dibutuhkan setelah proses evakuasi. (*)