PASBAR -- Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menyerahkan santunan kepada ahli waris delapan korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi. Masing-masing korban meninggal dunia menerima santunan sebesar Rp15 juta sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menyampaikan bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa waktu lalu telah menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Pasbar. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat delapan orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
“Dari delapan korban jiwa, enam orang meninggal dunia akibat tertimpa material longsor, sementara dua orang lainnya hanyut terbawa arus,” ujar Bupati Yulianto saat ditemui, Sabtu (10/1).
Setelah melalui proses pendataan dan verifikasi, pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh ahli waris korban meninggal dunia berhak menerima santunan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga yang terdampak bencana.
Penyerahan santunan dilakukan kepada enam orang ahli waris dan dipusatkan di rumah dinas bupati Jumat sore. Penyaluran bantuan berlangsung dengan penuh keprihatinan dan suasana haru.
Yulianto menjelaskan, santunan tersebut diberikan tidak hanya sebagai bentuk empati, tetapi juga sebagai upaya pemerintah hadir di tengah masyarakat yang sedang dilanda musibah. Pasalnya, selain kehilangan anggota keluarga, sebagian besar korban juga mengalami kerusakan tempat tinggal.
“Bahkan, terdapat satu keluarga ahli waris yang harus kehilangan tiga anggota keluarganya sekaligus dalam bencana ini,” ungkapnya.
Selain korban jiwa, bencana hidrometeorologi tersebut juga mengakibatkan kerugian materi yang cukup besar. Tercatat lebih dari 68 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga rusak berat.
Pemkab Pasaman Barat menegaskan akan terus berupaya maksimal dalam penanganan pascabencana, baik melalui pencarian korban, pemulihan infrastruktur, maupun pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Sementara itu, Intan, perwakilan ahli waris korban menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta kehadiran pemerintah daerah. Bantuan yang diberikan dinilai sangat berarti di tengah kondisi sulit yang mereka alami.
Meski demikian, para korban mengaku saat ini masih harus menumpang di rumah kerabat akibat rumah mereka rusak. Mereka berharap pemerintah dapat segera merealisasikan bantuan perumahan bagi warga terdampak bencana. (aft)