Faktual dan Berintegritas


SOLOK -- Kabar gembira. Pemerintah Sumatera Barat mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk penanganan saluran irigasi Banda Gadang, Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok yang tertimbun sedimen lumpur.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi mengatakan alokasi anggaran sebanyak itu melalui Dinas PSDA Sumbar, untuk pembenahan saluran irigasi di lokasi tersebut. Sedangkan untuk perbaikan hulu irigasi, gubernur juga sudah minta dukungan Bank Nagari melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).

Hal ini disampaikan gubernur usai melakukan gotong royong bersama masyarakat lima nagari di kawasan Banda Gadang, Sabtu (17/1). Kegiatan ini dilakukan untuk membersihkan saluran irigasi Banda Gadang dari sedimen lumpur yang terbawa banjir dan lonsor pada akhir November 2025 lalu.

Sedimen lumpur telah menyebabkan pasokan air lahan persawahan masyarakat di lima nagari di Kecamatan Gunung Talang terganggu, sehingga berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Kelima nagari yang terdampak itu adalah Nagari Kotogaek Guguk, Kotogadang Guguk, Jawi-Jawi Guguk, Talang dan Nagari Cupak.

“Pagi ini kita bersama Pak Bupati, Pak Bachtul, Pak Camat dan masyarakat melakukan goro untuk membersihkan saluran irigasi Banda Gadang dari sedimen, agar aliran air bisa kembali lancar," ujar Gubernur Mahyeldi.

"Alhamdulillah, untuk penanganan permanennya, kita sudah alokasikan anggaran sebesar 2 miliar melalui PSDA Provinsi, sedangkan untuk pembenahan Kapalo Banda kita minta dukungan CSR dari Bank Nagari," tambahnya

Dengan pembenahan ini, diharapkan saluran irigasi Banda Gadang dapat kembali berfungsi optimal untuk mengairi sekitar 5.500 hektare sawah masyarakat di Kecamatan Gunung Talang. “Mudah-mudahan, ini bisa kita selesai segera agar pasokan air untuk 5.500 hektare sawah masyarakat bisa kembali optimal,” harap Mahyeldi.

Sementara itu Wakil Bupati Solok, H. Candra menyampaikan terima kasih atas besarnya perhatian Pemprov Sumbar terhadap sektor pertanian di Kabupaten Solok. Menurutnya, pembenahan saluran irigasi ini tidak hanya berdampak positif untuk pengairan tapi juga bagi perekonomian masyarakat sekitar. "Terima kasih Pak Gubernur. Ini menjadi bukti, besarnya perhatian Pemprov untuk sektor pertanian," ujar dia.

Menurut masyarakat setempat, bencana yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, telah menyebabkan pohon tumbang dan terjadi longsoran di beberapa titik sehingga mengakibatkan saluran irigasi Banda Gadang rusak. Beruntung, pemerintah bergerak cepat untuk melakukan pembenahan.

Goro tersebut juga dihadiri Kepala Dinas BMCKTR, Armi, Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Syefdinon, Perwakilan Bank Nagari, serta Camat Gunung Talang. (*)
 
Top