Gubernur Sumatera Barat yang menghadiri kegiatan bersama Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza mengatakan dukungan tersebut sangat penting mengingat UMKM merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Sumatera Barat.
“Hampir 750.000 UMKM di Sumatera Barat. Kalau satu UMKM satu keluarga, hampir 4 juta masyarakat kita bergerak di UMKM dari sekitar 6 juta penduduk Sumatera Barat,” ujar Gubernur.
Menurutnya, bencana tidak hanya berdampak terhadap infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya UMKM yang bergantung pada kelancaran transportasi dan pergerakan konsumen.
Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memastikan akses transportasi tetap bergerak ketika terjadi bencana. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur yang terdampak.
Gubernur mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan pelatihan dan pendampingan agar pelaku usaha dapat kembali bangkit dan berkembang.
Ia menegaskan, pemulihan UMKM tidak boleh berhenti pada kondisi sebelum bencana. Pelaku usaha harus didorong untuk naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, kemasan, pengelolaan keuangan, digitalisasi pemasaran, perluasan pasar, jejaring kemitraan dan akses pembiayaan.
“Bukan hanya sekadar pulih sebagaimana sebelumnya, tapi bagaimana UMKM kita ini bisa naik kelas. Lebih kuat, lebih adaptif, mampu memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” katanya.
Gubernur mengajak seluruh pelaku UMKM memanfaatkan program tersebut dengan sebaik-baiknya dan tidak berhenti berusaha meskipun menghadapi dampak bencana. (*)