Faktual dan Berintegritas


PADANG - Puluhan mahasiswa Teknik Otomotif Universitas Negeri Padang (UNP) serbu SPKLU  PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat, Rabu (24/4), terlihat antusias melakukan  observasi terkait ekosistem  kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Ini membuktikan bahwa generasi muda di Sumatera Barat sudah melek elektrifying Vehicle (EV) , mengenali dan meninjau langsung  fasilitas charging kendaraan listrik yang berada di halaman muka kantor PLN.

Fasilitas charging EV yang berada di lingkungan PLN UID Sumbar terdiri dari 2 jenis yaitu Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang dapat digunakan untuk charging motor listrik dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebagai fast charging mobil listrik.

Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Sumbar Muhamad Rizlani mengatakan, EV merupakan kendaraan masa depan yang ramah lingkungan, efisien, berteknologi terkini dan sebagian besar diantaranya memiliki desain yang menarik.

Dari segi efisiensi, EV terbukti lebih hemat sekitar 60%. Sementara dari segi perhitungan emisi, kendaraan listrik cenderung lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan konvensional, sehingga penggunaannya sejalan dengan misi Net Zero Emission (NZE) 2060.

‘’Jika adik-adik mahasiswa mendengar tentang Net Zero Emission 2060, penggunaan atau transisi ke kendaraan listrik dapat mempercepat realisasi NZE 2060 ini. Karena kendaraan listrik menggunaan energi hijau yang non emisi. Penggunaan energi yang ramah lingkungan juga baik bagi kenyamanan dan keselamatan udara di Sumbar dan Indonesia pada umumnya,’’ sampai Rizlani.

Senada dengan Rizlani, Wawan Purwanto, Kepala Departemen Teknik Otomotif UNP mengamini bahwa EV merupakan tren otomotif terbaru yang diprediksi akan menjadi kendaraan masa depan. Maka sebagai lembaga pendidik, UNP mempersiapkan peserta didiknya untuk melek terhadap isu ini. 

‘’Pada departemen kami, ada mata kuliah khusus Teknologi Kendaraan Listrik. Jadi seluruh mahasiswa selama 1 semester akan mempelajari spare part, perakitan, fasilitas pendukung, dan lain sebagainya dari kendaraan ini,’’ lanjutnya.

Guna mendukung pertumbuhan ekosistem EV, PLN membangun fasilitas charging kendaraan listrik tersebar di Sumatera Barat. Saat ini telah ada lebih dari 200 SPLU milik PLN yang tersebar di berbagai titik keramaian dan 5 SPKLU; 2 buah berada di Kota Padang, kemudian di Kota Solok, Kota Bukittinggi, dan Kota Payakumbuh.

‘’Ada lagi 2 SPKLU lainnya milik Hyundai dan Wuling, berada di halaman muka kantor pemasaran mereka masing-masing. Target PLN, pelanggan merasa tenang dan aman berkendara dalam durasi pendek ataupun panjang, karena fasilitas umum charging kendaraan listrik sudah memadai. Selain juga tentunya kendaraan ini bisa di-charge dengan mudah di rumah masing-masing,’’ sampai Rizlani kemudian.

Pengisian melalui SPKLU dapat dilakukan dengan mudah melalui Fitur “Electric Vehicle” pada PLN Mobile. Disampaikan Rizlani, PLN Mobile merupakan aplikasi persembahan PLN bagi pelanggannya. Aplikasi ini diciptakan untuk memudahkan semua layanan PLN bisa diakses oleh pelanggan hanya dari genggaman. 

Puluhan mahasiswa UNP pulang dengan memastikan aplikasi PLN Mobile terpasang di perangkat handphone mereka masing-masing. Kepada Wawan dan UNP, Rizlani kemudian menyampaikan apresiasi karena telah mengedukasi generasi muda untuk melek EV. ‘’Semoga mahasiswa yang hadir menjadi agen-agen perubahan yang nantinya menggunakan kendaraan listrik,’’ sampainya. (*)

 
Top