BATUSANGKAR -- Bupati Tanah Datar Eka Putra turut didampingi Wakil Bupati Ahmad Fadly, Sekda Abdurrahman Hadi, para asisten dan OPD terkait ikuti Rakor Pengecekan Indikator Pemulihan Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pasca Bencana di Wilayah Sumbar secara virtual zoom meeting di Indojolito, Jumat (9/1) bersama Mendagri Tito Karnavian.
Dalam Rakor tersebut, Bupati Eka Putra menyampaikan kondisi terkini pasca bencana di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan berharap bantuan serta penanganan dari Pemerintah Pusat.
"Ada 6 unit sarana pemerintahan yakni 4 unit kantor Wali Nagari atau desa, 1 unit kantor Wali Jorong dan 1 unit kantor cabang Perumda PDAM yang rusak, namun urusan Pemerintahan saat ini tetap bisa berjalan lancar walaupun masih belum normal seperti biasa," sampainya.
Selanjutnya Bupati juga memaparkan berbagai kondisi layanan publik, seperti fasilitas kesehatan, sarana dan prasarana pendidikan. Dan juga kondisi akses darat, kondisi ekonomi sosial masyarakat terdampak bencana.
"Ada 1 unit Puskesmas, 5 unit SD, 3 unit SMP, 5 unit PAUD, 2 unit TK dan 3 unit Pondok Pesantren. Kemudian 145 unit UMKM, 5 objek wisata dan 3 Home Stay. Sedangkan akses darat ada 21 ruas jalan kabupaten, 12 ruas jalan nagari atau desa, 1 ruas jalan provinsi dan 1 ruas jalan nasional. Ini semua tentu butuh dukungan dari pemerintah pusat," ungkap Eka Putra.
Yang tidak kalah penting, tambahnya, karena objek wisata, dan UMKM terdampak bencana yang menyebabkan aktivitas ekonomi atau transaksi tidak terjadi, sementara kewajiban membayar angsuran pinjaman tetap berjalan.
"Kepada Pak Mendagri, kami mohon solusi bagi pelaku UMKM dan juga pelaku objek wisata yang terdampak bagaimana mengatasi persoalan angsuran pinjaman ini, karena usaha mereka terdampak bencana dan tidak bisa melakukan aktivitas usaha sebagaimana biasa," tukas Eka Putra.
Sementara itu Mendagri Tito Karnavian menyampaikan, apa yang disampaikan Bupati sudah menjadi catatan dan segera akan di bawa ke rapat selanjutnya bersama kementerian lainnya.
"Kabupaten Tanah Datar memang menjadi salah satu perhatian utama kita dalam bencana ini. Apa yang pak Bupati sampaikan menjadi catatan, kita akan ajak Kementerian Pariwisata dan kementerian lainnya bersama-sama mengatasi hal itu," ujarnya.
Namun yang penting, tambah Tito, kesiapan dan kevalidan data menjadi hal penting yang harus dipersiapkan sehingga langkah-langkah strategis bisa segera dilakukan.
"Saya minta kabupaten kota yang terdampak, segera sampaikan data-data tentang ini dengan lengkap dan valid, sehingga kita lakukan langkah penanganan selanjunya," pungkas Tito. (pkp/td)