Faktual dan Berintegritas


PADANG -- Tak peduli hari Minggu atau hari libur, warga Dadok Tunggua Hitam, Kota Padang tetap gotong royong. Bersama relawan dan pemerintah, warga bahu-membahu membersihkan lingkungan pasca banjir. 

Wali Kota Padang, Fadly Amran hadir langsung di lokasi untuk meninjau kondisi sekaligus berdialog dengan masyarakat, Minggu (11/1). Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan bahwa banjir sempat mencapai ketinggian hingga 90 sentimeter, merendam rumah dan merusak barang elektronik. Sejumlah warga juga terdampak secara ekonomi, terutama petani dan peladang kehilangan mata pencaharian sementara. 

Menanggapi hal itu, Wako Fadly Amran memastikan bahwa warga terdampak akan didata dan diusulkan untuk mendapatkan bantuan melalui Kementerian Sosial. Selain itu, pemerintah juga telah memverifikasi lima rumah terdampak, dengan rincian empat rusak berat dan satu rusak ringan. Di kawasan tersebut, terdapat sekitar 800 Kepala Keluarga yang tersebar di empat RT. 

Warga turut mengeluhkan banjir yang kerap menggenangi jalan masuk, terutama dari arah RW 10, sehingga menyulitkan mobilitas. Mereka berharap adanya peninggian jalan dan perbaikan drainase. Menjawab aspirasi itu, Walikota Padang menyampaikan bahwa penanganan infrastruktur telah masuk dalam perencanaan RKPD dan akan dilaksanakan secara bertahap.

Di tengah keterbatasan, semangat kebersamaan tetap terasa. Warga bergotong royong membersihkan saluran air, meski mengakui membutuhkan alat berat untuk memperdalam drainase yang tersumbat. 

Kunjungan ini menjadi wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi dan bangkit dari bencana bersama-sama. (dkf)
 
Top