Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber penting dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan layanan perpajakan yang semakin mudah dan dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, berbagai inovasi layanan telah dikembangkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, di antaranya Samsat Nagari, Samsat Malam Minggu, layanan pembayaran saat Car Free Day, serta kios e-Samsat yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran secara mandiri.
“Banyak pilihan-pilihan yang saat ini tersedia, itu semuanya bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak,”ujar Mahyeldi.
Layanan Samsat Nagari, lanjut Mahyeldi, juga telah menjangkau berbagai wilayah hingga kawasan perbatasan Sumatera Barat dengan provinsi tetangga.
“Bahkan layanan itu kini sudah sampai ke pelosok-pelosok negeri,” ujarnya.
Mahyeldi menegaskan, kemudahan layanan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan. Sebab, penerimaan pajak pada akhirnya digunakan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Semoga dengan kemudahan itu, masyarakat juga menjadi semakin taat dalam membayar pajak kendaraannya,"harapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar H. Muhidi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Gebyar Pajak 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban perpajakan daerah.
“Gebyar Pajak bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk membangun kesadaran, kepatuhan, dan budaya masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah,” kata Muhidi.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bapenda Sumbar Al Amin mengatakan kegiatan Gebyar Pajak 2026 merupakan hasil kolaborasi Pemprov Sumbar dengan Kepolisian, PT Jasa Raharja, Bank Indonesia dan Bank Nagari.
Untuk memeriahkan kegiatan, disiapkan berbagai hadiah bagi masyarakat, di antaranya tiga paket umrah, tiga unit sepeda motor, lima unit sepeda listrik, sembilan gram emas serta 81 helm.
"Selain itu, tersedia 3.000 paket makanan tradisional yang dapat dibeli masyarakat dengan harga Rp81. Paket tersebut merupakan dukungan Bank Indonesia Perwakilan Sumbar," ungkapnya. (adp)