Pembukaan MTQ Nasional XXXI berlangsung meriah, disaksikan ratusan ribu masyarakat Kota Semarang. Rangkaian acara diawali dengan defile kafilah dari 37 provinsi yang menampilkan kekhasan daerah masing-masing.
Kafilah Sumbar tampil mengenakan pakaian adat Minangkabau hasil kolaborasi dengan Ikatan Keluarga Minang (IKM) Semarang. Penampilan tersebut kemudian dilanjutkan dengan barisan kafilah yang mengenakan kemeja hitam bermotif rumah gadang.
Saat rombongan Kafilah Sumbar melintas di depan podium utama, Gubernur Mahyeldi berdiri dan melambaikan tangan sebagai bentuk dukungan kepada para peserta yang akan membawa nama Sumbar dalam ajang MTQ tingkat nasional tersebut.
Pembukaan MTQ Nasional XXXI ditandai dengan pemukulan bedug oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, bersama Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.
Usai pembukaan, Gubernur Mahyeldi menyampaikan pesan kepada seluruh Kafilah Sumbar agar mengikuti setiap perlombaan dengan penuh kesungguhan, menjaga kekompakan dan memberikan kemampuan terbaik.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita berjuang secara maksimal, menjaga kekompakan dan mengikuti seluruh proses dengan penuh keikhlasan. Mudah-mudahan ikhtiar ini menghasilkan prestasi terbaik untuk Sumatera Barat,” ujar Mahyeldi.
Menurut Gubernur, keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kedisiplinan, kesungguhan, kekompakan dan kesiapan mental dalam menjalani setiap tahapan perlombaan.
Mahyeldi juga mengingatkan para peserta agar menjadikan MTQ sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk dukungan, Gubernur Mahyeldi mengajak seluruh masyarakat Sumbar, baik yang berada di ranah maupun di rantau, untuk mendoakan perjuangan Kafilah Sumbar selama mengikuti MTQ Nasional XXXI.
“Kepada masyarakat Sumbar, mari kita doakan kafilah kita agar meraih prestasi terbaik. Semangat dan doa masyarakat menjadi kekuatan tambahan bagi para peserta dalam membawa nama Sumbar di tingkat nasional,” harapnya.
Gubernur Mahyeldi berharap seluruh anggota Kafilah Sumbar dapat menjaga nama baik daerah, membangun kekompakan dan menunjukkan semangat juang selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan. (adp/sb)