PERTAMINA Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara menyebut terjadinya antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis solar pada berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Barat karena berbagai sebab. Di antara sebab yang dikemukakan adalah aksi pelangsiran berulang oleh pemilik kendaraan yang sama berturut turut, lalu menjualnya ke gudang penampung ilegal.
Kemudian ada pula pengendara menggunakan barcode ganda. Selanjutnya penyalahgunaan surat rekomendasi solar subsidi untuk sektor pertanian dan nelayan yang kerap disimpangkan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Apa yang disampaikan Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi beberapa hari lalu sebenarnya bukanlah temuan baru. Masyarakat umum sudah mengetahui hal itu. Artinya itu bukan lagi rahasia.
Kalau itu bukan lagi rahasia umum, apa lagi yang mesti dilakukan? Kenapa pihak Pertamina terkesan tidak mampu mengatasinya sekaligus mencarikan solusi? Buktinya, antrean di SPBU selalu saja panjang yang tidak saja mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga terhadap perekonomian masyarakat.
Masyarakat yang harusnya mengirim sayuran dalam keadaan segar, lantaran harus antre berjam-jam bahkan ada yang sampai belasan jam, maka sayuran menjadi rusak. Itu hanya salah satu contoh. Belum lagi biaya tinggi yang harus ditanggung sopir-sopir truk. Bayangkan selama mengantre berjam-jam itu sopir membutuhkan makan, minum dan rokok. Padahal uang jalan yang dibawa tetap, atau tidak mengalami kenaikan.
Ini adalah dampak nyata. Lalu kenapa tidak ada solusi jitu? Jika memang penyebab sudah diketahui, kenapa seakan-akan dibiarkan. Atau jangan-jangan pihak Pertamina merasa terhibur dengan antrean-antrean panjang dimaksud?
Terhadap persoalan ini, Pertamina harus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Setidaknya perlu melibatkan aparat keamanan, seperti polisi, Satpol PP dan termasuk Polisi Militer. Kenapa, tanpa menuduh, mana tahu andaikan ada oknum yang ikut 'bermain' dalam antrean BBM ini, bisa diproses sesuai aturan yang berlaku.
Ingat, masyarakat menunggu aksi nyata. Pertamina bersama pihak-pihak terkait jangan mendiamkan persoalan ini. Semoga saja antrean panjang panjang mengular di SPBU tak ada lagi. Semoga! (Sawir Pribadi)