SEMARANG - Perlu diketahui oleh para calon mahasiswa. Sistem penerimaan mahasiswa baru jalur SBMPTN tahun 2019 ini akan diubah dan berbeda dari sebelumnya. Akan ada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang nilainya nanti untuk bekal mendaftar di universitas tujuan.

Untuk memaksimalkan sistem tersebut, Menristekdikti, M Nasir tadi siang meluncurkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dengan demikian, pelaksana penerimaan mahasiswa baru bukan lagi panitia lokal atau panlok.

"Jadi kita sederhanakan dengan lembaga permanen. Dulu SBMPTN panitianya berganti-ganti," kata M Nasir.

Dengan sistem tersebut, calon mahasiswa akan mengikuti UTBK terlebih dahulu kemudian dalam rentang 10 hari akan keluar nilai dan nilai itulah yang digunakan untuk mendaftar ke universitas.

"Sekarang mereka tes dulu, terus dapat nilai, baru mendaftar ke PTN yang diinginkan. Sistem skorsing, tes potensial skolastik dan tes kompetensi akademik," jelasnya sebagaimana dikutip detikcom.

Sementara itu ketua LTMPT, Ravik Karsidi, menjelaskan UTBK tidak hanya digelar sehari melainkan dalam waktu 10 hari dengan 2 sesi setiap harinya, sehingga peserta bisa menyesuaikan hari apa yang akan dipilih untuk ujian.

"Untuk SNMPTN tetap dengan basis rapor semester 1 sampai 5. Sedangkan SBMPTN yang berubah sama sekali, anak punya kesempatan 2 kali UTBK, ini berubah total. Ini diselenggarakan 10 hari atau totalnya 20 sesi, jadi bisa menyesuaikan waktu," lanjut Karsidi.

Penyelenggaraan UTBK ada di 74 univeritas yang memenuhi syarat dan siap melaksanakan. Jadwal tes bisa dilihat melalui website http://halo.ltmpt.ac.id yang juga diresmikan tadi oleh Menristekdikti. (P/dtc)
 
Top