PADANG - Sumatera Barat masih kekurangan alat pendeteksi tsunami. Dari lima alat deteksi dini
yang terpasang, hanya satu yang berfungsi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Erman Rahman, menyebutkan, Sumbar masuk dalam  daerah potensi gempa dan tsunami. Oleh sebab itu, perlu peningkatan alat deteksi bencana.
Menurut dia, Sumbar memiliki 106 alat sirine peringatan tsunami yang tersebar di daerah pesisir. Hingga saat ini, sirine yang masih berfungsi ada sekitar 60 persen dan selebihnya dalam keadaan tidak layak pakai.
"Sirine yang layak pakai hanya sekitar 60 persen. Begitu juga dengan alat deteksi dini tsunami
hanya ada 5 alat pendeteksi dan satu alat yang masih berfungsi," ujar Rahman, siang tadi.
Idealnya untuk peringatan dini, Sumbar harus memiliki 600 sirine yang tersebar di daerah pesisir.
"Saat ini banyak sirine yang hilang. Oleh karena itu, kita telah sepakat untuk melakukan perbaikan alat deteksi tsunami yang ada  melalui dana APBD," sebutnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, gempa dan tsunami tidak bisa diprediksi. Terpenting, seluruh masyarakat harus mengetahui mitigasi bencana. Dengan demikian risiko jumlah korban jiwa dapat berkurang. (P)
 
Top